Yamaha

Ditegur saat PSBB, Pria Asal Bogor Ini Marah-marah Bawa Nama Bima Arya

  Senin, 04 Mei 2020   Budi Cahyono
Beredar foto Bima Arya dan pria yang mengamuk ke Petugas PSBB.(Suara.com/Istimewa)

BOGOR, AYOJAKARTA.COM -- Seorang pria mengamuk ketika ditegur petugas karena melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor. Bukan cuma itu, ia juga membawa nama Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

"Ya sudah saya jelaskan, silakan foto! Nama saya Endang Wijaya. Sampaikan ke Pemerintah Daerah Bogor, Bima Arya. Saya menghormati aturan, tapi saya lebih menghormati aturan Allah. Saya suami harus menghargai istri saya," kata pria itu seperti video yang viral di media sosial, Minggu (3/5/2020).

Lalu apa hubungan pria itu dengan Bima Arya? Di media sosial, beredar foto Bima Arya bersama 3 orang lainnya. Salah satunya diduga pria tersebut. Bima Arya dan sosok yang mengenakan kaus hitam itu tampak bersebelahan.

Di belakang mereka, terlihat spanduk yang tertulis Musyawarah Alumni SMA Negeri 1 Kota Bogor, Jawa Barat. Acara itu diadakan 29 Februari 2020 di Ruangan Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor. Tertulis pula di spanduk tersebut: "Ikatan Keluarga Alumni SMA Negeri 1 Bogor." Diduga pria tersebut merupakan kawan SMA Bima Arya.

Lelaki itu dilaporkan mengamuk karena tidak terima aparat menyuruh istrinya pindah tempat duduk dari depan ke bagian tengah. Dalam video berdurasi 2 menit 16 detik tersebut, lelaki berbadan tinggi mengenakan kacamata dan masker itu mengamuk kepada aparat gabungan TNI, Polisi dan Dishub.

Terlihat, aparat dari Polisi Militer (PM) terus mencoba menenangkan amarah pria tersebut namun tetap tidak digubris. "Mohon maaf ya, ini prinsip hidup saya, sebaik-baiknya lelaki muslim adalah yang menghargai istrinya. Saya tidak mau memindahkan istri saya ke belakang," ucap pria tersebut kepada petugas.

Paur Humas Polresta Bogor Kota Ipda Desty membenarkan adanya kejadian dalam video tersebut yang terekam kamera di kawasan Simpang Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Menurutnya, petugas di lokasi tidak memberikan sanksi atau yang lainnya kepada pria tersebut dan selanjutnya dipersilakan melajutkan perjalanan.

"Iya, (kejadian) tadi. Tadi sih melanjutkan perjalanan. Belum ada (tindak lanjut), lagi dicari atau bagaimana," singkat Desty, dikonfirmasi, Minggu (3/5/2020).

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyayangkan sikap pengendara dalam video tersebut. Menurutnya, setiap warga memahami bahwa petugas di lapangan sedang melaksanakan tugas sesuai dengan aturan yang ditetapkan selama penerapan masa PSBB.

"Taati saja, karena tujuan pembatasan meminimalisir pergerakan warga dengan pengaturan konfigurasi di kendaraan maupun arah tujuan bepergian. Ujung-ujungnya minta masyarakat semaksimal mungkin beraktivitas di rumah," kata Dedie.

Pengendara tersebut, lanjut Dedie, seyogianya tidak perlu mengamuk atau melawan aparat di lapangan. "Padahal enggak usah ngotot, tinggal pindah aja namanya saling menghormati. Kan kita hanya laksanakan turunan Permenkes bukan pemerintah daerah mengada-ada. Perubahan kebijakan di pusat tinggal kita laksanakan," kata Dedie.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar