Yamaha

Mudik Dilarang, Sediakan Mereka Hunian Sementara!

  Selasa, 05 Mei 2020   Widya Victoria
Azmi Syahputra (dok pribadi)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Kebijakan larangan mudik harus ada solusi, tidak hanya diatur sanksinya saja dalam Peraturan Menteri Perhubungan 25/2020 berupa disuruh putar balik atau kembali ke zona asalnya.

"Ketegasan Polri atau petugas di lapangan akan bisa jadi blunder, maka harus ada solusi konkrit," kata Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha), Azhmi Syahputra kepada Ayojakarta, Selasa (5/5/2020). 

Azmi menerangkan, dampak larangan ini dirasakan langsung oleh kalangan tertentu, seperti pekerja formal maupun pekerja informal yang di-PHK atau dirumahkan yang jumlahnya kini mencapai jutaan jiwa. Secara khusus lagi bagi kalangan mahasiswa/pelajar kontrakan, para pekerja di bidang tekstil, garmen, pariwisita, pemulung, tukang, pekerja nomaden yang di-PHK, maupun yang selama ini menggantungkan hidup dengan beraktivitas.

"Apa yang dicari pagi di makan malam, termasuk para pekerja dirumahkan tanpa upah atau ketiadaan support keluarga pada mereka yang jadi perantau di kota yang diterapkan PSBB," imbuh Azmi. 

Mereka ini harus bayar kontrakan atau kost serta memenuhi kebutuhan hidup pokok sehari-hari. Oleh karenanya, Azmi menyarankan, demi keseimbangan keadilan sosial dan wujud tanggung jawab, pemerintah perlu menyediakan tempat tinggal penampungan sementara sampai kondisi pandemi ini berakhir.

Menurut dia, huntara ini juga merupakan bagian cara mengatasi hambatan data bantuan sosial yang masih belum sama. 

"Dengan memberikan tempat tinggal sementara ini akan jadi kabar baik sekaligus relaksasi bagi para mahasiswa kontrakan, pekerja nomaden yang tinggal di kost-kostan maupun orang-orang tertentu," terangnya.  

Di samping itu juga, hemat dia, dengan adanya fasilitas huntaran dapat mengantisipasi penyebaran virus serta mencegah peristiwa reaksi sosial lainnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar