Yamaha

Hukum Donor Darah Saat Puasa Ramadan

  Kamis, 07 Mei 2020   Editor
Ilustrasi donor darah (Halodoc)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta memastikan donor darah di bulan Ramadan tidak membatalkan puasa.

"Hukum makruh pun hilang karena tingginya kebutuhan terhadap stok darah saat ini. Sehingga tidak apa-apa mendonorkan darah saat berpuasa," kata Ketua Komisi Fatwa MUI DKI Jakarta, KH Zulfa Mustofa, di Jakarta, Rabu (6/5/2020).

Zulfa menganjurkan pendonor harus dalam keadaan sehat sehingga donor darah yang telah dilakukannya tidak menyebabkan lemas berlebih.

"Boleh saja berdonor darah. Asalkan masih kuat (sehat) tidak mengganggu puasa," ujar Zulfa.

Pemerintah Kota Jakarta utara bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara menggalakkan program donor darah, dikarenakan kurangnya ketersediaan darah selama pandemi virus corona (Covid-19).

Donor darah sukarela itu digelar di 31 kelurahan. Setiap kelurahan ditargetkan mendapatkan 50 pendonor atau kantong darah. 

Sementara Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat mengajak masyarakat di Tanah Air agar tidak takut melakukan donor darah saat pandemi COVID-19, sebab protokol kesehatan dipastikan terlaksana dengan baik.

"Memang diakui ada masyarakat masih takut dan ini yang terus kita edukasi, baik itu dengan menggunakan masker saat donor darah serta sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir," kata Kepala Divisi Palang Merah Remaja (PMR) dan Relawan PMI Pusat Exkuwin saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Ajakan tersebut disampaikan mengingat stok darah di PMI pusat yang masih kurang disebabkan pandemi COVID-19. Bahkan kata dia, saat awal-awal kemunculan virus tersebut stok darah di PMI sempat mengalami penurunan hingga 70 persen. 

"Namun saat ini sudah mulai naik dengan sejumlah upaya yang dilakukan PMI walaupun jumlahnya masih kurang," ujarnya.  

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar