Yamaha

Pemprov DKI Akan Sahkan Sanksi Sosial Buat Warga yang Tak Pakai Masker

  Kamis, 07 Mei 2020   Aldi Gultom
Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Effendi. (Poskotanews.com)

KEMBANGAN, AYOJAKARTA.COM -- Pemprov DKI Jakarta akan membuat aturan wajib masker disertai sanksi bagi warga DKI Jakarta yang tidak memakai masker. 

Hal itu terungkap saat Wali Kota Jakarta Barat, H. Rustam Effendi, melakukan video conference dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, tadi pagi (Kamis, 7/5/2020). Gubernur pun berkomunikasi dengan para pengurus Gugus Tugas RW dalam penanganan COVID-19 di wilayah DKI Jakarta. Turut hadir perwakilan gugus tugas RW dari RW 09 Kelurahan Angke dan RW 08 Kelurahan Duri Kosambi. 

"Untuk pembuatan masker sebanyak 20 juta, saat ini baru 3-4 juta masker yang sudah jadi. Diharapkan, akhir bulan ini, pembuatan 20 juta masker selesai. Nantinya, masker dibagikan kepada masyarakat. Setiap orang mendapatkan dua masker," ungkap Anies Baswedan.

Setelah masker dibagikan kepada masyarakat, akan ada sanksi buat warga yang tidak menggunakannya. Hukuman yang diberikan berupa sanksi kerja sosial. Aturan wajib masker beserta sanksi akan dibuat dalam waktu dekat ini.

"Saya minta kepada Wali Kota, Camat, Lurah serta RW dan RT untuk mensosialisasikan penggunaan masker dalam upaya mencegah penularan COVID-19, termasuk mencegah pemberian sanksi sosial masyarakat," jelasnya. 

Terkait sanksi tersebut, Wali Kota Rustam Effendi mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan yang dibuat pemerintah dalam penanganan COVID-19. 

"Kalau masker dibagikan maka yang tidak menggunakan masker dikenakan sanksi. Sanksinya adalah sanksi kerja sosial. Mungkin disuruh kerja bakti atau membersihkan sampah lingkungan," ujar Rustam. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar