Yamaha

Keluarga Bantu Pelarian Ferdian, Psikolog: Orang Tua Harusnya Beri Welas Asih pada Tempatnya

  Jumat, 08 Mei 2020   Fitria Rahmawati
Psikolog Kota Semarang, Probowati Tjondronegoro. (Ayojakarta/Fitria Rahmawati)

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM - YouTuber Ferdian Paleka berhasil diamankan polisi usai membuat kehebohan dengan melakukan prank sembako sampah kepada trans perempuan (transpuan). Prank banyak dilakukan para YouTuber, namun tak semua berujung diapresiasi, malah berakhir dengan kasus hukum.

Psikolog Kota Semarang, Probowati Tjondronegoro menilai, fenomena ingin terkenal jalur instan di era serba digital adalah hal yang tak bisa dihindari. Pemuda, yang masih banyak memiliki energi perlu melakukan aktifitas yang lebih untuk menyalurkan tenaganya dengan berkarya.

"Fenomena ingin terkenal secara instan sudah banyak terjadi. Namun, yang dilakukan Ferdian ini kurang beretika, cenderung ke arah penghinaan, bahkan isi videonya tidak pantas. Anak muda butuh eksistensi yang disalurkan untuk tetap beraktualisasi. Banyak kok yang eksis dengan jalan yang mengedukasi dan bermanfaat, dan tetap bisa eksis dan terkenal," ujar Probo kepada Ayojakarta, Jumat (8/5/2020).

AYO BACA : Ibu Tiri Ferdian Paleka Minta Maaf Anaknya Prank Sembako Isi Sampah

Probo menyayangkan jika eksistensi tersebut harus dilakukan dengan jalan yang salah, terlebih menginjak orag lain untuk menaikkan dirinya. Ia bahkan menyesalkan keluarga Ferdian juga ikut membantu pelarian anaknya. Melindungi anak adalah tugas orang tua, namun bukan membuatnya semakin lari dari tangung jawab atas perbuatannya.

"Orang tua tidak ada yang ingin anaknya sampai dipenjara. Tapi yang dilakukan orang tua Ferdian salah. Dia memberikan anaknya perlindungan dengan jalan melawan hukum. Harusnya anaknya ikut diajarkan bagaimana memeprtanggungjawabkan perbuatannya. Berikan welas asih pada tempatnya," ulasnya.

Sebab itulah, Probo menyarankan agar kreatifitas anak muda yang diciptakan diikuti juga dengan inspirasi dari orang tua. Orang tua harus memberikan kepastian anak merasa aman, terlindungi dan memiliki tokoh yang bisa diandalkan dalam hidupnya. Sekali lagi, dalam hal kebaikan, bukan dengan menjatuhkan orang lain.

AYO BACA : Sembunyikan Anaknya, Orang Tua Ferdian Paleka Prank Polisi

"Ini juga jadi hantaman bagi orang tuanya. Ferdian bisa saja sedang mengkomunikasikan bahwa dia butuh perhatian dan kasih sayang karena ada komunikasi yang tersumbat dengan keluarganya. Semua kembali lagi, orang tua harus ikut menjadi 'rumah yang nyaman' agar keratifitas anaknya bisa dijalankan terarah, tidak melanggar etika, dan saling bisa mengoreksi dan melengkapi jika dalam keluarga ada kekurangan,"terang Probo.

Probi berharap, tidak ada lagi peristiwa serupa dengan Ferdian yang cenderung melakukan aktifitas tanpa tahu risiko yang harus ditanggung. Bijak dalam menggunakan media sosial harus disadari agar tidak berakhir dengan kasus hukum.

"Bukalah komunikasi yang lebar dengan anaknya, sehingga apa yang dia lakukan bisa diantisipasi, bisa diberikan masukan yang baik,"tandasnya.

Ferdian Paleka ditangkap di Jalan Tol Tangerang – Merak, Jumat (8/5/2020), dini hari. Ia diamankan bersama Aidil konseptor prank, dan Jamaludin (paman Ferdian). Sebelumnya, polisi juga ikut kena prank ayah Ferdian yang berinisial F ikut membantu Ferdian lari.

Usai viral, ibu tiri Ferdian, Nita Novianti menangis dan meminta kepada masyarakat agar anaknya dimaafkan.

AYO BACA : Youtuber “Sembako Sampah” Ferdian Paleka Ditangkap Polisi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar