Yamaha

Agen Tiket Bus Dibikin Pusing Peraturan Mudik Menhub Budi Karya

  Senin, 11 Mei 2020   Fitria Rahmawati
Agen PO Bus di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan. (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)

LEBAK BULUS, AYOJAKARTA.COM - Kebijakan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan yang memperbolehkan bus kembali beroperasi terbatas, berbuah membuat bingung para pemilik usaha. Tak terkecuali para penjual tiket bus di sejumlah terminal juga ikut dirindung kebingungan mengenai kebijakan karet ini.

Salah satunya terjadi pada agen tiket bus di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Koko Simanjuntak, salah satu agen tiket PO Bus mengaku bingung dengan aturan pemerintah tersebut. Pasalnya hingga saat ini bus belum boleh beroperasi di Terminal Lebak Bulus.

"Kita juga bingung peraturannya belum jelas. Dari tanggal 7 (Mei) itu katanya dibuka sampai sekarang mana belum juga," kata Koko saat ditemui Suara.com di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2020).

AYO BACA : Tak Bisa Operasikan AKAP, Lebak Bulus Masih Tutup

Padahal, ia dan beberapa teman sesama agen tiket PO bus di Terminal Lebak Bulus sudah siap menyambut kebijakan dibukanya kembali moda transportasi.

"Kita sudah siapkan tiket segala macam. Tapi sampai sekarang belum juga ada penumpang," ujarnya.

Lebih lanjut, ia pun berharap pemerintah segara betul-betul membuka kembali operasional layanan bus di Terminal Lebak Bulus. Hal itu menurutnya agar semua pekerja di Terminal bisa kembali mendapat penghasilan.

AYO BACA : AKAP Bisa Beroperasi, Terminal Pulo Gebang Akan Dibuka

"Kita sih maunya pemerintah tuh buka kembali. Minimal sampai lebaran aja. Soalnya mau lebaran gini kan kita juga butuh penghasilan," tuturnya.

Untuk diketahui, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah memberikan izin untuk angkutan umum beroperasi di tengah pandemi virus corona dan larangan mudik. Bahkan terminal angkutan darat diminta untuk beroperasi selama 24 jam.

Instruksi dari Menhub ini tertuang dalam Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat nomor SE.9/AJ.201/DRJD/2020. Perintah ini ditujukan ke beberapa pihak seperti perusahaan angkutan umum, balai pengelola transportasi darat, pengelola angkutan pelabuhan dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Syafrin Liputo.

Menhub meminta kepada Syafrin agar mengirimkan jajarannya untuk memastikan terminal beroperasi selama 24 jam.

AYO BACA : 1.300 Orang Dari Luar Negeri Akan Tiba di Soetta

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar