Yamaha

Mulai Beroperasi Komersil, Bandara Husein Belum Angkut Penumpang

  Selasa, 12 Mei 2020   Budi Cahyono
[ilustrasi] Penumpang di Bandara Husein Sastranegara menunggu waktu terbang. (Foto : Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

AYO BACA : Citilink Layani Penerbangan Domestik Mulai 8 Mei

AYO BACA : Citilink Pasang Wifi Gratis di Pesawat

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Setelah dikeluarkannya aturan Menteri Perhubungan RI tentang pembukaan akses transportasi massa di tengah pandemi, Bandara Husein Sastranegara Bandung telah membuka operasional komersilnya. Namun hingga saat ini belum ada penumpang yang terbang.

Plt Eksekutif General Manager Bandara Husein Sastranegara R.Iwan Winaya mengatakan bahwa sebenarnya bandara tersebut tidak pernah benar-benar tutup, melainkan membuka akses secara terbatas. Hal tersebut didasarkan pada Surat Edaran Dirjen Perhubungan Udara Nomor SE 2 tahun 2020.

Namun, sejak akses tersebut kembali diumumkan pada masyarakat per 9 Mei 2020, hingga saat ini seluruh penerbangan yang tersedia membatalkan penerbangannya. Pada 9 Mei, Iwan menyebutkan seharusnya ada jadwal penerbangan yang berangkat.

"Tanggal 9 seharusnya ada Citilink Bandung-Jogja PP, tapi di-cancel. Alasannya dari laporan yang saya dapat karena masalah operasional," ungkapnya, Senin (11/5/2020).

Hal serupa kembali terulang pada 10 Mei, di mana seharusnya terdapat enam rute penerbangan lokal PP yang beroperasi dengan Wings Air. Namun seluruhnya di-cancel sehingga tidak ada penerbangan di hari tersebut.

"Tanggal 11 ini juga Citilink dan Wings Air cancel rute yang sama. Jadi sampai saat ini belum ada penerbangan yang melayani penumpang terbatas sesuai syarat pengecualian yang berlaku," ungkapnya.

Dia mengatakan, penumpang yang masuk ke dalam kriteria yang ditetapkan aturan sebagai penumpang bersyarat, dapat melakukan perjalanan udara dengan membeli tiket di kantor maskapai yang bersangkutan, bukan di bandara. Proses verifikasi persyaratan akan dilakukan oleh maskapai tersebut.

"Secara instruksi di SE 32 nomor 2020, bandara seperti kami membuat pos penjagaan dan pemeriksaan. Kalau di darat seperti check point. Di sini ada gabungan Lanud, KKP, pihak maskapai dan Gugus Tugas Covid Kota Bandung," ungkapnya.

Saringan verifikasi pertama, dia mengatakan berada di pihak maskapai. Para maskapai yang beroperasi memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa penumpang yang akan berangkat telah memenuhi syarat pengecualian sebagaimana dimuat di Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

"Ada surat tugas, surat keterangan bebas Covid-19 yang berlaku selama seminggu, dan surat keterangan dari kepala desa kalau pergi tidak mewakili instansi," ungkapnya.

Dia mengatakan, warga yang akan pergi untuk melayat keluarga inti (kedua orang tua, istri/suami, dan anak) yang meninggal dunia atau sakit keras diperkenankan terbang sebagai penumpang bersyarat. Hal tersebut harus disertai dengan surat kematian anggota keluarga yang bersangkutan atau surat keterangan lainnya.

"Harus dilengkapi dokumen penyerta juga, termasuk dokumen rencana kunjungan di tempat tersebut berapa lama hingga jadwal kepulangannya," ungkapnya. (Nur Khansa)

AYO BACA : Larangan Mudik Lebaran, Bandara Juanda Surabaya Setop Penerbangan Sampai 1 Juni

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar