Yamaha

Hari ke-18 Operasi Ketupat 2020, 618 Kendaraan Dipaksa Putar Balik

  Selasa, 12 Mei 2020   Fitria Rahmawati
Sebagai ilustrasi, polisi menjaga pos pengamanan mudik Lebaran di Suarbaya untuk menerapkan larangan mudik. (Suara.com)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, terdapat 618 kendaraan yang diputar balik arah kembali ke Jakarta. Itu terjadi setelah pelaksanaan Operasi Ketupat 2020 yang berlangsung di hari ke-18.

Sambodo mengklaim, jumlah itu berkurang jika dibandingkan pada hari ke-17 Operasi Ketupat 2020. Sambodo menyebut, sehari sebelumnya, jumlah kendaraan yang diputar balik ke arah Jakarta sebanyak 653 kendaraan.

AYO BACA : 2.909 Mobil Pemudik Bandel Disuruh Putar Balik!

Dia mengungkapkan, pada hari ke-18 operasi tersebut, sebanyak 68 kendaraan roda empat di Pintu Tol Bitung diputar balik kembali ke Jakarta. Sedangkan di Pintu Tol Cikarang Barat arah Jawa Barat, sebanyak 249 kendaraan diputar balik arah. Kemudian, 301 kendaraan lainnya diputar balik arah saat terjaring pemeriksaan di jalur arteri. 

"Itu termasuk kendaraan mobil pribadi, kendaraan umum dan sepeda motor yang diputarbalikkan di jalan arteri," kata Sambodo saat dikonfirmasi, Selasa (12/5/2020).

AYO BACA : Bandel Lanjutkan Perjalanan, 3 Bus Masuk Semarang Dipaksa Putar Balik

Sambodo menambahkan, sejak operasi tersebut digelar pada 24 April hingga 11 Mei 2020, pihaknya mencatat sebanyak 17.022 kendaraan telah diputar balik arah lantaran mencoba keluar wilayah Jadetabek.

Dia menuturkan, selama 18 hari Operasi Ketupat 2020 dilakukan, sebanyak 3.943 kendaraan diputar balik di Pintu Tol Bitung dan 5.764 kendaraan diputar balik di Pintu Tol Cikarang Barat arah Jawa Barat. Sementara itu, sebanyak 7.315 kendaraan lainnya diputar balik di jalur arteri.

Adapun larangan mudik tersebut mulai diberlakukan 24 April 2020 pukul 00.00 WIB. Polda Metro Jaya melarang kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang keluar dari wilayah Jabodetabek.

Pemeriksaan dan penyekatan kendaraan tersebut akan dilakukan di 18 titik pos pengamanan terpadu dan pos-pos check point di jalur tikus dan perbatasan. Polda Metro Jaya pun membentuk tim khusus untuk mengawasi praktik travel gelap yang menawarkan jasanya melalui media sosial selama pelaksanaan larangan mudik.

AYO BACA : Masih Saja Nekat Mudik, 5 Mini Bus Ditilang dan Putar Balik ke Jakarta

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar