Yamaha

Perpres Baru Iuran BPJS Kesehatan, Politisi Gerindra: Makin Sebel Aja Rakyat Sama Jokowi

  Rabu, 13 Mei 2020   Widya Victoria
Arief Poyuono

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melalui peraturan baru dinilai tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat saat ini yang terpuruk karena wabah virus corona.

Kenaikan terbaru iuran peserta mandiri BPJS Kesehatan tertuang lewat Peraturan Presiden (Perpres) 64/2020 yang diteken Presiden Joko Widodo pada Selasa (5/5/2020) kemarin.
 
"Ampun ampun biyung... Makin sebel aja rakyat sama dia, sudah susah karena COVID-19 sekarang malah mau diperas," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono melalui perpesanan WhatsApp, Rabu (13/5/2020). 

Arief mengingatkan, saat ini keadaan ekonomi keluarga kelas menengah dan bawah ambruk akibat banyak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor formal. Usaha kecil menengah juga banyak yang tutup karena pengusaha tiddak sanggup membayar angsuran bank alias macet selama lima bulan.

"Ini kok malah BPJS Kesehatan iurannya dinaikkan, sungguh enggak pakai otak dan tidak melihat realitas keadaan ekonomi dan sosialnya masyarakat," kecamnya.  

Menurut dia, nasib para pekerja di sektor swasta saja masih belum jelas. Ada yang di-PHK bahkan dirumahkan tanpa gaji. Belum lagi yang masuk kerja tapi gajinya hanya 50 persen karena produksi dan penjualan perusahaan menurun drastis hingga 20-30 persen. 

"Lah gimana ya ini kok bikin Perpres kok nyakitin masyarakat kecil dan menengah sih Kangmas Joko Widodo. Mbok kalau sudah normal Perpres baru diteken," cetus politisi yang akrab disapa Mas Poyu ini. 

Arief menambahkan, dampak COVID-19 saja sudah membuat banyak buruh dan pengusaha kick out (KO). Ia pun mempertanyakan penambahan anggaran lewat Perppu COVID-19. 

"Kok enggak dianggarkan untuk nyuntik BPJS Kesehatan, untuk jadi subsidi iuran BPJS Kesehatan bagi seluruh masyarakat. Padahal itu yang paling penting karena pandemik covid kan kuat sekali hubungannya sama kesehatan masyarakat loh," terangnya.  

Ia melihat Perppu COVID-19 malah digunakan untuk menalangi bank-bank dan pengusaha yang sebelum wabah memang sudah mau bangkrut karena serangan produk impor dari China. 

"Cobalah Kangmas bijak karena Perpres kenaikan iuran BPJS Kesehatan bikin rakyat banyak makin sebel dan nyumpahin Kangmas Jokowi loh. Apalagi tidak ada kepastian Kangmas sanggup bisa menciptakan perdamaian sama virus corona," Arief menandaskan.

 

Lika-liku Iuran BPJS Kesehatan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar