Yamaha

MUI Terbitkan 6 Panduan Takbiran Idulfitri saat Pandemi Covid-19

  Kamis, 14 Mei 2020   Budi Cahyono
[ilustrasi] MUI menerbitkan 6 panduan takbiran Idulfitri (Ayobandung.com)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Malam takbiran pada Ramadan tahun ini serasa sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Masa pandemi virus corona membuat malam takbiran tak semeriah Ramadan sebelumnya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Sholat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19. Dalam fatwa itu, di antaranya memberikan panduan bagaimana melakukan takbir Idulfitri di tengah wabah virus Covid-19.

Ada enam poin penting terkait panduan mengenai takbiran Idulfitri saat pandemi. Pertama, setiap muslim dalam kondisi apa pun disunnahkan menghidupkan malam Idulfitri dengan takbir, tahmid, tahlil menyeru keagungan Allah SWT.

AYO BACA : MUI Vs COVID-19

Kedua, waktu pelaksanaan takbir mulai dari tenggelamnya matahari di akhir Ramadan hingga jelang dilaksanakannya salat Idulfitri. Ketiga, disunnahkan membaca takbir di rumah, masjid, pasar, kendaraan, jalanan, rumah sakit, kantor, dan tempat-tempat umum sebagai syiar keagamaan.

Keempat, pelaksanaan takbir bisa dilaksanakan sendiri atau bersama-sama, dengan cara jahr (suara keras) atau sirr (pelan). Kelima, dalam situasi pandemi yang belum terkendali, takbir bisa dilaksanakan di rumah, di masjid oleh pengurus takmir, di jalan oleh petugas atau jamaah secara terbatas, dan juga melalui media televisi, radio, media sosial, dan media digital lainnya.

Keenam, umat Islam, pemerintah, dan masyarakat perlu menggemakan takbir, tahmid, dan tahlil saat malam Idulfitri sebagai tanda syukur sekaligus doa agar wabah Covid-19 segera diangkat oleh Allah SWT.

AYO BACA : MUI: Rumah Jadi Pusat Kegiatan Ibadah Ramada

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'am menyampaikan, fatwa 28/2020 telah dibahas sejak 6 Mei lalu atas pertanyaan dari masyarakat. Dia mengatakan, fatwa ini dibuat untuk dijadikan pedoman pelaksanaan takbir dan salat Idulfitri saat wabah.

"Dengan pertimbangan sholat Idul Fitri merupakan ibadah yang menjadi salah satu syiar Islam dan simbol kemenangan dari menahan nafsu selama bulan Ramadan," kata dia.

Asrorun menambahkan, sampai saat ini wabah Covid-19 masih menjadi pandemi nasional yang belum sepenuhnya diangkat oleh Allah SWT. Atas dasar itu muncul pertanyaan masyarakat tentang tata cara salat Idulfitri saat pandemi, dan juga harapan dari pemerintah.

"Fatwa ini agar dapat dijadikan pedoman untuk pelaksanaan ibadah saat Idulfitri dalam rangka mewujudkan ketaatan pada Allah, tetapi pada saat yang sama tetap menjaga kesehatan dan berkontribusi dalam memutus mata rantai penularan Covid-19," kata dia.

AYO BACA : Hari Ini Diputuskan Fatwa MUI Shalat di Rumah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar