Yamaha

Pasien 50 Tahun Reaktif Covid-19 Jalani Tes PCR dari Rumah

  Kamis, 14 Mei 2020   Firda Puri Agustine
Ilustrasi penanganan pasien virus corona. (Suara.com/ Anang Firmansyah)

MEDAN SATRIA, AYOJAKARTA.COM -- Dinas Kesehatan Kota Bekasi sudah mengambil sampel pasien reaktif COVID-19 yang sempat menggegerkan Puskesmas Pejuang, Medan Satria, kemarin.

Pengambilan sampel dilakukan lewat metode Polymerase Chain Reaction (PCR). 

AYO BACA : Geger di Puskesmas Pejuang, Dinkes Kota Bekasi Panggil Manajemen RS Bella

Diberitakan kemarin bahwa seorang pria berusia 50 tahun yang dalam hasil tes cepat COVID-19 dinyatakan reaktif, mendatangi Puskesmas Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi. Sebetulnya dia pasien gagal ginjal yang mendapat rujukan dari RS Bella, Bekasi Timur, untuk menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR). 

Pria itu datang tanpa mengenakan masker dan didampingi istrinya. Pria itu juga sempat berinteraksi dengan pasien lain di Puskesmas. Status reaktif COVID-19 baru diketahui belakangan oleh petugas medis di Puskesmas Pejuang. Setelah itu, pihak Puskesmas membubarkan pasien dan menutup praktik. 

AYO BACA : RS Bella Bekasi Dianggap Lalai Tangani Pasien yang Dinyatakan Reaktif

“Hari itu juga, tepatnya tadi malam, saya sudah minta petugas untuk langsung melakukan tes di rumahnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati kepada Ayobekasi.net, Kamis (14/5/2020).

Tanti menyayangkan kelalaian RS Bella yang membiarkan si pasien begitu saja sehingga sangat berisiko menyebarkan virus COVID-19 kepada banyak orang.

“Pihak mereka (RS Bella) seharusnya bisa menghubungi kami terlebih dulu untuk tes PCR,” ujarnya.

Manajemen RS Bella sudah diminta menghadap Dinkes Kota Bekasi untuk memberi penjelasan terkait peristiwa itu. Namun, belum ada kesimpulan lantaran rapat masih berlangsung sampai berita ini dilaporkan.

AYO BACA : RS Bella Bisa Kena Sanksi Jika Terbukti Lakukan Pembiaran Pasien Reaktif

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar