Yamaha

Bandara Soetta Membludak, PSBB Daerah Sia-sia

  Kamis, 14 Mei 2020   Fitria Rahmawati
Pengamat Penerbangan, Alvin Lie. Instagram: @alvinlie21

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Pengamat Penerbangan, Alvin Lie menyayangkan harus terjadi antrean yang berjubel di Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) saat Indonesia sedang dilanda wabah virus corona. Anggota Komisioner Ombudsman RI itu menyarankan Indonesia belajar dari Amerika Serikat (AS) yang tetap memutus transportasi untuk mencegah rantai penularan Covid-19.

Alvin menyebut ada lobi-lobi industri transportasi udara dengan pemerintah. Sehingga, industri transportasi udara bisa tetap beroperasi di masa larangan mudik ini.

AYO BACA : Penumpang Bandara Soetta Berjubel, Ini Kata Angkasa Pura II

Menurutnya, saat ini pemerintah sedang dilema, karena jika penerbangan tak dibuka, maka banyak industri yang tutup. Tapi jika penerbangan dibuka, akan timbul kasus baru yakni virus corona yang merajalela di daerah-daerah.

"Kita engga bisa jalan bersamaan salah satu harus ada yang di korbankan, mau industri yang dihidupkan tapi covid terus menyebar, perlawanan ini akan semakin lama, sengsara ini akan semakin lama bangsa ini, atau manusia yang didahulukan, covidnya dulu yang dihentikan setelah itu baru menghidupkan ekonomi," ujar Alvin kepada Suara.com - jaringan Ayojakarta.com, Kamis (14/5/2020).

AYO BACA : Calon Penumpang Berjubel di Bandara Soekarno-Hatta, Pengamat: Ini Menunjukkan Lemahnya Koordinasi

Alvin menuturkan, pemerintah bisa mencontohkan negara lain untuk menyelamatkan industri penerbangan agar tak berguguran.

"Misalnya AS itu memberikan bailout atau dana talangan ke industri transportasi udara agar tak mati agar mereka mampu membayar gaji atau PHK cukup besar 25 miliar dolar AS. Indonesia juga bisa melakukan hal yang sama menjaga industri tak tumbang tapi juga tidak membuka keran transportasi," imbuhnya.

Alvin menambahkan, jika penerbangan dibuka terus menerus maka daerah akan sia-sia mengetatkan pergerakan orang lewat kebijakan PSBB.

"Ini bukan urusan lobi atau tidak tapi kembali ke pemerintah karena lebaran tinggal 10 hari lagi bahkan, THR segera dibagikan, sehingga lonjakan keinginan mudik pasti lebih tinggi kalau bobol lupakan saja PSBB selama ini, rakyat di daerah sengsara, geraknya dibatasi tapi ini dibobol sendiri oleh pemerintah, suatu pengkhianatan terhadap penderitaan yang sudah dijalani rakyat yang patuh selama ini," pungkas dia.

AYO BACA : Pengawasan di Bandara Soetta Ringkih, Ini Kata Menhub

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar