Yamaha

Rencanakan Keuangan, Siapkan Dana Darurat saat Pandemi Covid-19

  Jumat, 15 Mei 2020   Budi Cahyono
ilustrasi. (Pixabay)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Perencana keuangan bersertifikat dari Anggriani & Partners, Metta Anggriani, menjelaskan bahwa salah satu hal penting yang disarankan selagi pandemi Covid-19 adalah tetap menabung.

Tujuan menabung pada dasarnya untuk melindungi nilai uang dari inflasi. Dengan begitu, kemampuan daya beli kita tetap bertahan di masa depan. Metta menjelaskan, para ekonom memprediksi bahwa ekonomi Indonesia mulai akan membaik pada kuartal empat 2020 dan secara perlahan akan pulih pada 2021.

“Artinya, kita harus siap menghadapi berbagai kemungkinan dalam enam sampai 12 bulan mendatang,” kata Metta dalam kelas virtual bersama Jenius “Persiapan Finansial Jelang Lebaran di Tengah Pandemi," Kamis (14/5/2020).

AYO BACA : Bincang Bisnis Online bank bjb Dorong UMKM Berdaya Saing di Tengah Pandemi

Salah satu bentuk tabungan yang harus tersedia adalah dana darurat. Prinsip mendasarnya, dana darurat tersedia sebanyak enam kali pengeluaran bulanan.

Untuk seseorang yang masih lajang, cukup menyediakan dana darurat minimal tiga kali pengeluaran bulanan. Namun jika telah berkeluarga atau berpenghasilan tidak tetap, maka perlu menyediakan dana darurat minimal enam kali pengeluaran bulanan.

“Tabungan dana darurat bisa digunakan untuk keadaan darurat, misalnya sakit, risiko terjadi PHK,” ujar Metta.

AYO BACA : OVO, Tokopedia, dan Grab Kumpulkan Donasi Rp 2,5 Miliar

Di masa pandemi yang penuh ketidakpastian ini, Metta menganjurkan agar mereka yang mampu untuk menyiapkan dana darurat hingga 12 kali pengeluaran bulanan.

Dana darurat harus bersifat likuid, tetapi dengan akses terbatas. Metta menyarankan menyediakan dana darurat dalam bentuk emas, deposito, atau reksadana pasar uang.

“Itu seperti uang diparkir,” kata Metta.

Intinya, dana darurat merupakan simpanan konservatif untuk mempertahankan nilai uang aman selama beberapa bulan mendatang. Dana darurat digunakan untuk proteksi risiko kehidupan, misalnya kematian, kecelakaan, PHK/bangkrut, musibah, dan sakit.

AYO BACA : Rupiah Tak Berdaya dalam Tekanan Dolar AS

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar