Yamaha

Imbas Perang Dagang AS-Tiongkok, Harga Emas Dunia Melesat

  Jumat, 15 Mei 2020   Budi Cahyono
Ilustrasi harga emas dunia. (Shutterstock)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Harga emas dunia mengambil keuntungan dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok.

Hubungan perdagangan Tiongkok-AS kembali memanas, setelah Presiden Donald Trump mengatakan sangat kecewa terhadap Tiongkok atas kegagalannya untuk menahan penyebaran virus corona. Trump mengatakan pandemi di seluruh dunia merusak kesepakatan perdagangannya dengan Beijing.

Harga emas melesat ke level tertingginya karena didorong permintaan safe-haven, imbas investor membuang aset berisiko di tengah kekhawatiran atas pelemahan ekonomi jangka panjang dan ketegangan perdagangan AS-Tiongkok terkini.

Mengutip Reuters, Jumat (15/5/2020) harga emas di pasar spot naik 0,7 persen menjadi 1.727,70 dolar AS per ounce. Sedangkan emas berjangka Amerika Serikat ditutup melonjak 1,4 perse menjadi 1.740,90 dolar AS per ounce.

"Tampaknya beberapa investor berbalik bearish pada ekuitas, hubungan AS-China terus menuju spiral dan kita mendapati data yang sangat suram dari AS, dan semua itu mendukung (permintaan) safe-haven," kata Edward Moya, analis OANDA.

AYO BACA : Harga Emas Dunia Melonjak 2%

"Harga emas melonjak selama beberapa pekan terakhir, tetapi tampaknya sekarang kita memiliki latar belakang ekonomi makro yang akan mendukung harga yang tinggi dalam jangka pendek," tambahnya.

Chairman Federal Reserve, Jerome Powell memperingatkan tentang "periode yang panjang" pertumbuhan ekonomi yang lemah, akan menggunakan kekuatan bank sentral dan menyerukan belanja fiskal tambahan untuk membendung dampak dari pandemi virus corona.

Data terbaru menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran Amerika mencapai 2,98 juta untuk pekan yang berakhir hingga 9 Mei.

Kendati angka itu turun dari 3,17 juta pada pekan sebelumnya dan menandai penurunan mingguan keenam beruntun, klaim tersebut tetap sangat tinggi.

Pasar saham dunia tumbang untuk hari ketiga berturut-turut karena data ketenagakerjaan yang mengecewakan dan sinyal bank sentral bahwa stimulus pemerintah lebih lanjut mungkin diperlukan memicu kekhawatiran investor tentang pemulihan ekonomi global.

AYO BACA : Harga Emas Dunia Kembali Melemah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar