Yamaha

Jaksa Boleh Bepergian ke Luar Kota untuk 3 Urusan Genting

  Jumat, 15 Mei 2020   Widya Victoria
Jaksa Agung ST Burhanuddin saat menggelar pengarahan penanganan COVID-19 bersama para petinggi Kejaksaan Agung ke seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di Indonesia melalui video conference.

JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Jaksa Agung ST Burhanuddin menginstruksikan jajarannya untuk tidak bepergian ke luar daerah apalagi mudik selama musim lebaran. Hal itu untuk mencegah penyebaran pandemic virus corona yang masih meninggi di Indonesia.

Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung (Jamdatun) itu menegaskan, jika ada jaksa atau pegawai kejaksaan yang melanggar larangan bepergian ke luar daerah dan mudik itu, akan dijatuhkan sanksi. 

“Kalau memang kita sayang dengan keluarga, mari kita patuhi semua larang berkegiatan keluar daerah,” ujar Jaksa Agung Burhanuddin saat menggelar pengarahan penanganan COVID-19 bersama para petinggi Kejaksaan Agung ke seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di Indonesia melalui video conference. 

Vicon berlangsung satu jam dari Ruang Rapat Jaksa Agung, Kamis (14/5/2020). 

Burhanuddin didampingi Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan (Kabandiklat) Tony Tribagus Spontana, Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejaksaan Agung (Jambin) Bambang Sugeng Rukmono beserta para Jaksa Agung Muda (JAM) lainnya.

“Satu jam Jaksa Agung memberikan arahan yang pada pokoknya tentang produk hukum atau kebijakan Kejaksaan Republik Indonesia, yang diterbitkan dalam menyikapi Pandemi Covid-19,” tutur Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono. 

Hari melanjutkan, dalam arahannya, Jaksa Agung Burhanuddin mengingatkan seluruh jajaran pegawai Kejaksaan harus dapat menaati semua protokol kesehatan tentang COVID-19. “Agar kesehatan seluruh pegawai dan keluarga agar bisa terhindar dari penularan COVID-19,” jelas Hari. 

Jaksa dan pegawai kejaksaan hanya diperbolehkan bepergian ke luar daerah atau mudik untuk tiga urusan genting saja.

Satu, pegawai sebagai pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan atau yang anggota keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia.

Dua, pegawai tersebut melakukan perjalanan setelah mendapat izin atau persetujuan dari pimpinan satuan kerja dan atau atasan langsung.

Dan tiga, pegawai yang melakukan perjalanan sebagaimana dimaksud harus membawa dan menunjukkan surat dan/atau dokumen, yaitu identitas diri seperti KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah, surat rujukan dari rumah sakit untuk pegawai yang akan melakukan pengobatan di tempat lain, surat keterangan kematian untuk pegawai yang mengunjungi keluarga yang meninggal dunia, surat keterangan hasil negatif COVID-19 berdasarkan PCR Test/Rapid Test atau surat keterangan sehat dari dinas kesehatan/rumah sakit/Puskesmas/klinik kesehatan.

“Jika nanti ditemukan ada pegawai yang melanggar tentang ketentuan tersebut, Jaksa Agung tidak akan segan-segan menjatuhkan hukuman sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil,” tegasnya.

Di akhir acara vicon, Jaksa Agung Burhanuddin kembali berpesan agar seluruh insan Adhyaksa seluruh Indonesia, tetap tinggal di wilayah kerja.

“Jangan meninggalkan tempat tugas guna dapat berperan dalam percepatan penanganan Covid- 19,” ujar Burhanuddin.

Selain itu, tambahnya, harus tetap waspada dan tetap bersemangat dalam melaksanakan tugas, fungsi dan kewenangannya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan tentang upaya pencegahan penyebaran dan penanggulanan COVID-19.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar