Yamaha

NF Pembunuh di Sawah Besar Hamil, Simak Risiko Melahirkan di Usia Dini

  Jumat, 15 Mei 2020   Fitria Rahmawati
ilustrasi kehamilan usia dini. Foto: Republika/Prayogi

SAWAH BESAR, AYOJAKARTA.COM - NF (15), gadis yang masih belia di Sawah Besar DKI Jakarta membunuh balita berusia 5 tahun, kemudian ia menyerahkan diri kepada Polisi. Lika-liku kehidupannya yang kelam pun terungkap setelah ia membuat heboh warga karena kasus pembunuhan itu.

Fakta terbaru diungkapkan, NF mengalami kekerasan seksual yang dialaminya jauh-jauh waktu sebelum membunuh. Selain harus mempertangggungjawabkan kasus hukum yang ia jalani, ia juga harus menanggung beban karena mengandung janin usia 14 minggu dari kekerasan seksual yang dialaminya. Ia diperkosa kedua pamannya serta mantan pacarnya. 

Dari mulut anak usia 15 tahun yang kini diklaim senang menggambar barbie itu, NF juga dikabarkan akan membesarkan anaknya seorang diri. Anak dari seorang lelaki (pamannya) yang selama ini mengancam akan menyebar video hubungan badan mereka jika ia melapor.

AYO BACA : Jauhkan Anak dari Kekerasan Seksual, Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua

Hamil di usia belia, ditambah tekanan psikologis atas aksus hukum yang menimpanya akan semakin berisiko terhadap kehamilannya. Konsekwensi yang besar akan ditanggung NF saat ia harus melahirkan bayinya kelak. Kini usia kandungan NF belum genap 4 bulan.

Melansir dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kehamilan dini di kalangan remaja memiliki konsekuensi kesehatan besar bagi ibu remaja dan bayinya.

"Komplikasi kehamilan dan persalinan adalah penyebab utama kematian di antara anak perempuan berusia 15-19 tahun secara global, dengan negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah bertanggung jawab atas 99% kematian ibu bersalin berusia 15-49 tahun," tulis WHO.

AYO BACA : Kemensos Sebut NF Kini Senang Gambar Barbie dan Mengaji

Menurut WHO, setidaknya remaja perempuan yang melahirkan berusia 10-19 menghadapi risiko eklampsia lebih tinggi, endometritis nifas, dan infeksi sistemik dibandingkan wanita berusia 20-24 tahun.

Selain itu, data WHO menyatakan, bahwa sekitar 3,9 juta aborsi yang tidak aman di antara anak perempuan berusia 15-19 tahun terjadi setiap tahun juga berkontribusi terhadap kematian ibu, morbiditas, dan masalah kesehatan yang berkelanjutan.

"Melahirkan anak usia dini dapat meningkatkan risiko bagi bayi yang baru lahir dan juga ibunya. Bayi yang lahir dari ibu di bawah umur 20 tahun menghadapi risiko lebih tinggi lahir kecil, prematur, dan kondisi neonatal parah," tambah WHO.

Dilansir dari WHO, setidaknya 10 juta kehamilan yang tidak diinginkan terjadi setiap tahun di antara remaja perempuan berusia 15 hingga 19 tahun di daerah negara berkembang.

Penyebab kehamilan terkait akses pengetahuan, kontrasepsi, hingga kekerasan seksual. Kehamilan remaja akibat kekerasan seksual tersebar luas dengan lebih dari sepertiga anak perempuan di beberapa negara melaporkan bahwa hubungan seksual pertama mereka dipaksa.

Saat ini gadis NF telah dirujuk ke Balai Anak Handayani di Jakarta. Gadis NF bahkan meminta untuk tetap berada di Balai Anak Handayani Jakarta dan ingin mengurus sendiri anaknya setelah lahir.

AYO BACA : NF, Remaja yang Bunuh Balita Ternyata Diperkosa Dua Paman dan Mantan Kekasihnya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar