Yamaha

Uji Lab di Pasar Klender Tidak Temukan Daging Babi dalam Makanan Olahan

  Sabtu, 16 Mei 2020   Aldi Gultom
Ilustrasi perbandingan warna daging sapi dengan daging babi (Kompas.com)

PULO GADUNG, AYOJAKARTA.COM -- Informasi peredaran daging babi yang diolah sedemikian rupa menyerupai daging sapi sungguh meresahkan mayoritas masyarakat.

Menyikapi itu, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menggelar pengawasan peredaran produk pangan dari hewan di Pasar Klender, Jakarta Timur.

Dalam pengawasan tersebut, petugas melakukan uji laboratorium langsung di lokasi terhadap 5 sampel makanan yang terdiri dari adonan siomay, adonan bakso dan daging giling bakso.

Uji sampel dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan praktik curang pencampuran daging babi dalam produk olahan tersebut. Kabar baiknya adalah hasil uji lab tidak menemukan praktik curang tersebut, alias negatif.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Darjamuni, mengatakan, pengawasan ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan masyarakat Jakarta dalam mengkonsumsi produk bahan pangan asal hewan yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

"Kegiatan pengawasan ini termaktub dalam Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 1989 tentang Pengawasan Pemotongan Ternak, Perdagangan Ternak dan Daging di Wilayah DKI Jakarta," ujar Darjamuni, dikutip dari beritajakarta.id.

Darjamuni menjelaskan, DKI Jakarta dengan jumlah penduduk mencapai kurang lebih 10,5 juta jiwa memiliki kebutuhan besar akan bahan pangan dengan tingkat protein tinggi, terutama daging sapi. 

Karena itu, Dinas KPKP DKI Jakarta menjadwalkan pengawasan secara periodik dan sistematis terutama menjelang perayaan hari besar keagamaan seperti saat ini.

"Kami terus intensifkan pengawasan dan pemeriksaan terhadap peredaran maupun perdagangan produk daging di pasar tradisional, meat shop, pasar swalayan, dan lainnya," jamin Darjamuni.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar