Yamaha

Ngeri! NASA Peringatkan Matahari Masuki Masa-masa Lockdown

  Minggu, 17 Mei 2020   Widya Victoria
Ilustrasi matahari

AYOJAKARTA.COM -- Para ahli menyatakan bahwa saat ini Matahari dalam periode 'lockdown' atau minimum. 

Dilansir dari nypost.com pada Sabtu (16/5/2020), ilmuwan percaya bahwa Bumi akan memasuki periode terdalam dari resesi sinar matahari. Artinya aktivitas di permukaannya telah turun secara drastis.

"Solar Minimum sedang berlangsung dan ini sangat dalam. Dalam hitungan, kondisi Matahari saat ini adalah salah satu yang terdalam pada abad ini. Di mana medan magnet Matahari menjadi lemah, memungkinkan sinar kosmik ekstra ke tata surya," kata astronom Dr. Tony Phillips.

Ia menyebut ada beberapa dampak yang bisa terjadi. Sinar kosmik menimbulkan bahaya kesehatan bagi para astronot dan pengunung di kutub bumi. "Lalu juga mempengaruhi elektro-kimia atmosfer di atas bumi, dan dapat memicu munculnya petir."

Belum selesai. 

Para ilmuwan badan antariksa NASA khawatir bahwa kondisi ini mengulang kejadian antara tahun 1790 hingga 1830 atau disebut Dalton Minimum.

Dalton Minimum adalah periode di mana Bumi mengalami cuaca yang sangat dingin, kegagalan panen, kelaparan, dan letusan gunung berapi yang kuat.

Saat itu, kondisi suhu merosot hingga 2 derajat Celcius (3,6 derajat Fahrenheit) selama 20 tahun dan menghancurkan produksi pangan dunia.

Pada 10 April 1815, letusan gunung berapi terbesar kedua dalam 2.000 tahun terjadi di mana Gunung Tambora di Indonesia meletus dan menewaskan sedikitnya 71.000 orang.

Ini juga menyebabkan 'Tahun Tanpa Musim Panas' pada tahun 1816 dan ada salju di bulan Juli.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar