Yamaha

Mal di Jakarta Akan Dibuka, Hanya Orang dengan Syarat Ini Boleh Masuk

  Minggu, 17 Mei 2020   Fitria Rahmawati
Sebagai ilustrasi, Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat. (Suara.com/Fakhri Hermansyah)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -  Ketua Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan, pihaknya masih merumuskan rencana kembali membuka mal di Jakarta. Pusat perbelanjaan direncanakan akan buka kembali pada 8 Juni mendatang.

Karena wabah virus corona belum menunjukkan penurunan kasusnya di Indonesia, pembukaan mal pun akan membatasi pengunjung. Masih direncanakan, pengunjung dengan usia di atas 45 tahun dilarang masuk.

Meski pengunjung usia di bawah 45 bisa masuk, namun pengunjung akan dibatasi agar tak menimbulkan kerumunan.

"Umur pak (pembatasan pengunjung). Tapi Belum putus. Apa di bawah 45 atau Bagaimana," ujar Budi saat dihubungi Suara.com - jaringan Ayojakarta.com, Minggu (17/5/2020).

Kendati demikian, Budi tak merinci mekanisme pembukaan mal lebih lanjut. Namun, ia menyarankan agar masyarakat yang berumur 45 tahun ke atas tak mengujungi mal terlebih dahulu.

"Belum tahu (mekanisme lebih lanjut). Amannya yang di atas 50 jangan ke mal dulu," kata Budi.

Sebelumnya, Budihardjo Iduansjah menyatakan pembukaan mal ini sesuai dengan skenario Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

"Kalau nggak ada perubahan sesuai dengan rencana Kemenko (Perekonomian)," ucap Budi.

AYO BACA : Membayangkan Setelah Corona

Adapun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengeluarkan skenario pembukaan bisnis dan industri mulai Juni 2020.

Skenario tersebut berisikan fase-fase pemulihan ekonomi pasca mewabahnya virus corona atau Covid-19 di tanah air.

Berikut 5 fase skenario dalam pemulihan ekonomi secara bertahap yang dilakukan pemerintah. Skenario tersebut dirinci menjadi 5 fase, yakni:

Fase 1 (1 Juni)

- Industri dan jasa dapat beroperasi dengan protokol kesehatan Covid-19

- Mall belum boleh beroperasi, kecuali toko penjual masker dan fasilitas kesehatan

Fase 2 (8 Juni)

- Mall boleh beroperasi seperti semula (toko-toko boleh buka), namun dengan protokol kesehatan Covid-19

AYO BACA : 5.922 Positif Corona dan 7.205 Berstatus OTG di DKI Jakarta

- Toko atau usaha yang berpotensi terjadi kontak fisik (salon, spa, dan lainnya) belum boleh beroperasi

Fase 3 (15 Juni)

- Mall tetap beroperasi seperti fase 2, namun ada evaluasi pembukaan salon, spa, dan lainnya. Tetap dengan protokol kesehatan Covid-19

- Sekolah dibuka namun dengan sistem shift

Fase 4 (6 Juli)

-Evaluasi pembukaan kegiatan ekonomi, mulai dari operasional restoran, cafe, gym, industri travel, hingga kegiatan ibadah diperbolehkan (dengan jumlah jamaah dibatasi)

Fase 5 (20 & 27 Juli)

- Evaluasi pembukaan kegiatan sosial dalam skala besar

- Akhir Juli atau awal Agustus 2020, diharapkan seluruh kegiatan ekonomi sudah dibuka.


Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal COVID-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI, baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp:  081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119.

Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119.
 
Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.

AYO BACA : Kakek Pasien PDP Bunuh Diri di RS Hermina Jatinegara

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar