Yamaha

PSBB Jabar Selesai, Dilanjut PSBB Daerah Secara Parsial

  Senin, 18 Mei 2020   Budi Cahyono
[Ilustrasi] PSBB Jawa Barat usai, akan dilanjutkan PSBB Daerah secara parsial (dok)

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat Jabar akan selesai sesuai jadwal. Namun, PSBB dapat kembali dilanjutkan oleh masing-masing kabupaten/kota sesuai dengan tingkat kerentanan daerah terhadap penyebaran Covid-19.

AYO BACA : Evaluasi PSBB Jabar, 50% Daerah Berada di Zona Merah

"Nanti tidak semua 27 kabupaten/kota melaksanakan PSBB, tapi akan diserahkan kepada kepala daerah," ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil seusai menggelar video conference bersama para kepala daerah di Gedung Pakuan Bandung, Minggu (17/5/2020).

Emil mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi, saat ini terdapat 50% daerah di Jabar yang masuk ke dalam kategori zona merah, 30% masuk zona kuning, dan sekitar 4 daerah dinilai sebagai zona biru. Level ketatnya PSBB lanjutan di daerah masing-masing akan disesuaikan dengan label zona yang diperoleh.

"Apakah zona merah akan melanjutkan (PSBB), apakah zona kuning dan zona biru kemungkinan tidak akan melanjutkan PSBB dalam skala penuh. Jadi, Jabar akan melanjutkan PSBB skala parsial, proporsional sesuai dengan situasi di daerah masing-masing,” ungkapnya.

Adapun zona merah artinya ditemukan kasus covid-19 pada satu atau lebih kluster dengan peningkatan kasus yang signifikan. PSBB skala penuh dapat diterapkan pada daerah tersebut. Untuk zona kuning, artinya ditemukan kasus covid-19 pada kluster tunggal dan bisa dilakukan PSBB parsial.

Sementara zona biru berarti ditemukan kasus covid-19 secara sporadis baik kasus impor (imported case) atau penularan lokal. Daerah yang dilabeli zona ini dapat kembali beraktivitas dengan menerapkan physical distancing dan protokol kesehatan lainnya.

“Lalu ada sekitar 20% wilayah yang tidak ada pemudik, dan wilayah itu tidak ada pergerakan ODP, PDP, dan lain-lain. Sehingga 20% ini perlakuannya tidak bisa disamakan dengan mereka yang perlu diwaspadai,” ungkap Emil.

Dia menegaskan, meskipun PSBB disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah, pihaknya tidak akan menurunkan level pengawasan, termasuk jelang hari raya Idulfitri 1441 H. Level pengawasan akan disesuaikan dengan kerentanan masing-masing daerah.

Detailnya, Jabar akan memiliki lima level kewaspadaan, yaitu Level 5 atau Zona Hitam (Kritis), Level 4 atau Zona Merah (Berat) yakni kondisi PSBB saat ini, Level 3 atau Zona Kuning (Cukup Berat), Level 2 atau Zona Biru (Moderat) menunjukkan wilayah yang perlu melaksanakan physical distancing, dan Level 1 atau Zona Hijau (Rendah) yakni kondisi normal.

“Nah kepada yang mereka yang termasuk ke dalam level biru, maka kebijakan bisa lebih longgar, dengan tetap menjauhi kerumunan dan ada protokol kesehatan, tapi kegiatan sudah bisa 100%. Kalau dia masih level merah seperti sekarang, itu kegiatan ekonomi atau apapun (dibatasi) hanya 30%,” paparnya.

Emil juga merekomendasikan kabupaten/kota yang masih ada di Level 4 atau zona merah untuk tetap melakukan PSBB secara penuh. Namun, kepada kabupaten/kota yang sudah termasuk zona kuning dan biru bisa melakukan PSBB parsial.

“Hampir semua yang namanya kota (di Jabar) itu masuk yang level merah, kecuali Kota Bandung, sudah masuk kategori level kuning atau level tiga dari lima level itu,” jelasnya.

“Oleh karena itu, kepada 50% kota yang kategorinya masih merah atau Level 4, kami rekomendasikan untuk melanjutkan PSBB secara penuh. Tapi kepada zona kuning dan biru kami merekomendasi pilihan melakukan PSBB parsial,” katanya. (Nur Khansa)

AYO BACA : Jabar Petakan 5 Level Kewaspadaan, Ini Penjelasannya!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar