Yamaha

61 Ribu Pemudik dari Zona Merah Masuk Wilayah Tasikmalaya

  Senin, 18 Mei 2020   Budi Cahyono
Polisi sedang mengatur lalu lintas di alun-alun Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Tampak dalam foto, kendaraan flat nomor B sedang melintas. (dok)

AYO BACA : 29.600 Lembar Uang yang Disita Polres Tasikmalaya Dipastikan Palsu

AYO BACA : PSBB Hari Pertama, Aktivitas Warga Tasikmalaya Tetap Ramai

TASIKMALAYA, AYOJAKARTA.COM -- Sedikitnya 61 ribu pemudik yang berasal dari berbagai kota/kabupaten sudah masuk wilayah Tasikmalaya sejak beberapa pekan lalu. Pemudik yang berasal dari daerah Bandung, Jakarta dan sekitarnya bahkan seolah tidak berhenti memadati jalanan Tasikmalaya dengan tujuan berbagi kota di Jawa Tengah dan lainya.

Pantauan Ayotasik.com, jaringan AyoMedia, arus lalu lintas di jalur selatan Jawa Barat mulai meningkat lima hari menjelang hari Raya Idul Fitri. Meskipun ada penerapan PSBB dan larangan mudik, tetapi terpantau adanya kendaraan ber flat nomor Jakarta, Bandung dan kota besar lainnya.

"Per hari ini saya berdasarkan laporan ada 61 ribu lebih warga yang mudik ke Tasikmalaya, ini diperkirakan akan bertambah mendekati hari raya nanti," jelas Asisten Daerah Bidang Pemerintahan Ahmad Muksin, Senin (18/5/2020).

Muksin menambahkan, banyaknya pemudik dari zona merah rentan meningkatnya penularan Covid-19. Sebagai langkah antisipasi, kata Muksin, gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 melakukan rapid test massal kepada masyarakat.

Rapid test massal itu dilakukan dilima wilayah yang tingkat mobilitas dan aktivitadnya tinggi, termasuk banyaknya para pemudik dari wilayah lain, seperti Kecamatan Singaparna, Manonjaya, Ciawi, Cikatomas dan Bantarkalong.

"Rapid tes itu insyaallah akan berlanjut di seluruh wilayah Kabupaten Tasikmalaya atau di seluruh Kecamatan," kata Muksin. (Irpan Wahab Muslim)

AYO BACA : Update Corona di Tasik: 2 Pasien Positif Membaik, 14 Orang Reaktif Hasil Rapid Test

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar