Yamaha

40.660 Kendaraan Langgar PSBB di Jakarta

  Selasa, 19 Mei 2020   Fitria Rahmawati
Sebagai ilustrasi, Petugas gabungan dari Kepolisian Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta melakukan penindakan pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Foto: Republika/Thoudy Badai

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, ada 40.660 kasus pelanggaran pengguna kendaraan yang dilakukan di ruas jalan arteri atau pintu tol. Hal itu terlihat dari 33 titik checkpoint selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Para pelanggar yang diindikasi akan mudik, diputarbalikkan ke arah asal.

Liputo dalam diskusi daring yang dilakukan oleh Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) DKI Jakarta, Selasa (19/5/2020) mengatakan, penindakan pelanggaran tidak hanya dilakukan di jalan atau pun pintu tol. Dishub DKI juga telah menindak sebanyak 384 pelanggar di terminal untuk angkutan yang melebihi kapasitas angkut sebanyak 50% hingga pelanggaran penumpang tidak memakai masker.

AYO BACA : Pelanggaran PSBB Kabupaten Bogor Masih Terjadi

Untuk pemberian sanksi, sejak diberlakukannya Pergub 41/2020 terkait sanksi bagi pelanggar PSBB, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah memberikan sanksi sosial terhadap 652 orang untuk membersihkan fasilitas-fasilitas umum terdekat dari tempat pemberian sanksi. Syafrin pun menyampaikan pihaknya telah menghentikan sebanyak 64 armada transportasi yang diketahui melanggar PSBB dengan pengadaantravel ilegal atau pun AKAP (Angkutan Kota Antar Provinsi) yang membawa penumpang tanpa surat keterangan.

"Penindakan angkutan umum, untuk jumlah kendaraan yang kami kandangkan ada 64 armada. Itu untuk travel gelap, pariwisata ilegal, dan AKAP yang tetap mengangkut penumpang," kata Syafrin.

AYO BACA : Pelanggaran PSBB DKI Jakarta, 2.673 Tempat Usaha Diberi Peringatan dan 168 Pabrik Disegel

Menurut Syafrin, berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Dishub DKI, PSBB sudah cukup efektif mengurangi volume lalu lintas kendaraan khusus di Ibu Kota. Namun, masih banyak warga yang melakukan mobilitas untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan kegiatan yang dikecualikan dalam PSBB.

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Dishub DKI hingga Mei 2020 awal, sebanyak 38.05 persen warga yang melakukan mobilitas di luar kegiatan pengecualian dalam ketentuan PSBB. PSBB di Jakarta diketahui sudah berlangsung selama dua periode mulai Bulan April hingga Mei 2020.

PSBB periode kedua masih akan terus berlangsung hingga 22 Mei 2020 dua hari sebelum perayaan Idul Fitri 1441 H.

AYO BACA : 10 April Sampai 3 Mei 2020, Dishub Temukan 29.797 Pelanggaran PSBB

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar