Yamaha

274 Kereta Tinggalkan Jakarta dari Stasiun Gambir, Diklaim Sesuai Protokol COVID-19

  Rabu, 20 Mei 2020   Editor
Stasiun Gambir, Jakarta Pusat

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali membuka sarana angkutan umum ke luar kota sejak mendapat lampu hijau dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Namun, Pemprov DKI mengklaim menggunakan protokol ketat dalam mengoperasikannya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, dua tempat keberangkatan angkutan umum yang diizinkan adalah Terminal Pulogebang pada 9 Mei dan Stasiun Gambir pada 12 Mei. Kedua tempat ini bahkan mengakomodir operasi bus dan kereta se-Jabodetabek.

"Di mana dari kedua titik tersebut melayani seluruh pergerakan di kawasan Jabodetabek yang keluar ataupun masuk dan untuk kegiatan yang dikecualikan saja selama PSBB," kata Syafrin di Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Syafrin menyebutkan sejak beroperasi 9 Mei lalu, Terminal Pulogebang telah memberangkatkan 28 bus dengan jumlah 211 orang penumpang.

"Karena kita memang menerapkan protokol yang ketat, maka busa dilihat pada Terminal Terpadu Pulo Gebang sampai 17 Mei hanya 28 bus yang berangkat, kemudian penumpangnya hanya 211 penumpang," katanya.

Sedangkan Stasiun Gambir hanya memberangkatkan 274 kereta. Lalu kedatangannya dari kota lain berjumlah 164 kereta.

"Begitu juga penumpang kereta api yang berangkat adalah 274 dan yang datang 164," katanya.

Ia menganggap jumlah ini sangat kecil dibandingkan hari biasa. Menurutnya protokol ketat dalam mengizinkan orang ke luar kota membuat tidak banyak yang diizinkan.

"Artinya memang dengan protokol ketat masyarakat terseleksi untuk melakikan kegiatan yang penting saja sesuai dengan aturan PSBB," imbuh dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar