Yamaha

Pemkot Bogor Gencarkan Edukasi ke Keluarga-keluarga di Zona Merah COVID-19

  Kamis, 21 Mei 2020   Husnul Khatimah
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor dalam Sosialisasi Edukasi Penanganan COVID-19 ke keluarga-keluarga yang tinggal di kelurahan zona merah COVID-19. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOJAKARTA.COM -- Edukasi mendasar tentang bahaya dan pencegahan COVID-19 sebaiknya dimulai dari level keluarga.

Pesan itulah yang ingin disampaikan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor dalam Sosialisasi Edukasi Penanganan COVID-19 ke keluarga-keluarga yang tinggal di kelurahan zona merah COVID-19. Kegiatan ini sendiri sudah berlangsung sejak awal Ramadan.

Kepala DPPKB Kota Bogor, Rakhmawati, mengatakan, kegiatan sosialisasi penanganan COVID-19 memfokuskan pada peran keluarga sebagai garda terdepan dalam pencegahan penyebaran COVID-19. 

Yang disosialisasikan lebih spesifik adalah seputar kewajiban cuci tangan memakai sabun; anjuran tetap di rumah (stay at home); kewajiban memakai masker; mengurangi kebiasaan memegang mata, hidung dan mulut dan lainnya sebelum mencuci tangan dengan bersih. 

"Kami berikan contoh langsung dan kami juga membagikan buku panduan COVID-19, pamflet, poster yang sudah disusun DPPKB," ujar Rakhmawati, Kamis (21/5/2020).

Buka cuma seputar pencegahan, DPPKB juga meminta masyarakat tidak mengucilkan Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Pasien Positif Corona. Apalagi sampai menolak jenazah pasien virus corona.

"Karena itu, kita harus bisa menjaga keluarga, anak kita dan orang tua kita. Terutama keluarga yang punya bayi dan balita, jangan mengabaikan stay at home karena bisa jadi orang dewasa sebagai pembawa alias carrier virus corona," ucap Rakhmawati.

Dia berharap semua keluarga di Kota Bogor lebih kuat dan patuh selama pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebagai leading sector program Keluarga Asuh (Jaga Asa), DPPKB akan memfasilitasi ketahanan keluarga secara ekonomi dengan menginformasikan program keluarga asuh kepada masyarakat yang mampu.

"Bagi keluarga penerima yang sudah mendapatkan bantuan, kami akan bina mereka untuk memastikan uang bantuan dipakai kebutuhan sehari-hari," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar