Yamaha

Belum Bisa Bayar Denda, 17 KTP Warga Disita Satpol PP Koja

  Kamis, 21 Mei 2020   Aldi Gultom
52 orang pelanggar PSBB terjaring Polres Jakarta Utara dan diserahkan ke Gugus Tugas untuk menjalani sanksi sosial, Rabu (20/5/2020). (Dok. Kominfotik Jakut)

KOJA, AYOJAKARTA.COM -- Penyitaan KTP warga dapat dilakukan petugas penegak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

Seperti dilakukan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Koja saat patroli lingkar wilayah di Jalan Semangka, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, kemarin malam. 

Dalam kegiatan itu, 17 Kartu Tanda Penduduk atau KTP pelanggar PSBB disita karena belum dapat membayar denda.

Komandan Satpol PP Kecamatan Koja, Roslely Tambunan, mengatakan, pihaknya menegakkan aturan Pergub 33/2020 dan Pergub 41/2020. 

Roslely menjelaskan, secara keseluruhan pihaknya memberi denda kepada 24 pelanggar. Jenis pelanggarannya beragam, seperti berkerumun dan tidak menggunakan masker. 

"KTP 17 orang kami sita untuk Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan akan kami kembalikan setelah mereka membayar dendanya. Satu orang langsung membayar denda dan enam orang lainnya kami berikan teguran tertulis," terangnya.

Roslely berharap pemberian sanksi tegas ini membuat masyarakat semakin paham akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan dengan mematuhi aturan PSBB di masa pandemi COVID-19.

Perihal sanksi ini tertuang dalam Pergub 41/2020.  Ada tiga sanksi. Pertama, administratif teguran tertulis, lalu kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi khusus, atau denda administratif paling sedikit Rp100.000 dan paling banyak Rp250.000.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar