Yamaha

13 RW di Bandung Barat Perketat Pengawasan Covid-19

  Jumat, 22 Mei 2020   Budi Cahyono
[ilustrasi] 13 RW di Bandung Barat Perketat Pengawasan Covid-19 (dok)

BANDUNG BARAT, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat (KBB) kembali memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). PSBB kali ketiga ini terfokus pada 13 RW yang memiliki pasien posiitif Coronavirus Disease (Covid-19).

"Tapi untuk PSBB parsial tahap tiga ini kami lebih menukik dan fokus langsung ke setiap RW," kata Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, Kamis (21/5/2020).

Aa Umbara menjelaskan, delapan desa dan 13 RW merupakan fokus perhatian dalam PSBB tahap ketiga ini.

Perbedaan paling mendasar dibandingkan sebelumnya yaitu pengawasan langsung dilakukan di setiap RW yang punya pasien/warga positif COVID-19.

"Warga yang keluar wilayah RW tersebut harus punya surat keterangan dari aparat setempat,"sebutnya.

Berdasarkan hasil evaluasi Pemprov Jabar, Bandung Barat masuk kategori zona biru (aman). Itu menunjukkan jika PSBB tahap kedua di KBB jauh lebih baik jika dibandingkan tahap pertama.

"Hasil evaluasi provinsi zona biru, tapi berdasarkan evaluasi Satuan Gugus Tugas KBB masih zona kuning, makanya tetap waspada. Pastinya masyarakat juga sudah rindu ingin beraktivitas dengan normal," ucapnya.

Selama PSBB tahap tiga, pasar-pasar tradisional bakal diawasi ketat. Ini terkait dengan momentum lebaran dimana pasti banyak pergerakan orang untuk berbelanja ke pasar.

Bahkan bisa jadi kondisi kerumunan orang yang berbelanja, akan lebih padat dibandingkan pada saat momen munggahan jelang puasa lalu.

"Masalah COVID-19 ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi semua pihak, dan harus didukung kesadaran dari masyarakat," tuturnya. (Tri Junari)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar