Yamaha

Jelang Idulfitri di Cirebon, Harga Jengkol Naik 100%

  Jumat, 22 Mei 2020   Budi Cahyono
Harga jengkol naik 100 persen di Cirebon. (Ayocirebon/Erika Lia)

CIREBON, AYOCIREBON.COM -- Menjelang Idulfitri, harga sejumlah bahan pangan beringsut naik. Kenaikan diprediksi mencapai puncak pada H-1 lebaran.

Kenaikan di antaranya dialami pada jenis sayuran yang diolah sebagai bumbu, seperti cabai dan bawang.

Selain itu, bahan pangan ikonik Tanah Air seperti jengkol, petai, termasuk kentang pun menjalar naik.

Di kelas percabaian, cabai rawit setan menjadi primadona yang banyak diburu konsumen. Kenaikan harganya pun lebih tinggi ketimbang jenis cabai lain.

"Cabai rawit setan sekarang naik jadi Rp50.000/kg dari Rp20.000," kata seorang pedagang bumbu di Pasar Perumnas, Kota Cirebon, Aska (31)

Selain cabai rawit setan, imbuhnya, jenis cabai lain sendiri saat ini cenderung berharga fluktuatif.

Aska menyebut, harga cabai rawit biasa maupun cabai merah berkisar Rp20.000-Rp25.000 per kilogram. Sementara, harga cabai hijau masih di bawah Rp20.000/kg.

"Kalau cabai sih umumnya naik turun Rp1.000-Rp2.000 per kilogram. Cuma cabai rawit setan yang harganya naik terus," ujarnya.

Sementara bawang merah menjadi yang paling mencolok dengan harga Rp60.000/kg saat ini.

"Bawang merah sebelumnya Rp40.000-Rp50.000 per kilogram," cetus Tarjo (36), pedagang bumbu di kios yang sama.

Bawang putih kini dihargai Rp30.000/kg dari sebelumnya Rp20.000/kg. Itu untuk jenis bawang putih biasa/lokal.

Untuk bawang putih kating yang konon berasa lebih sedap, harganya kini Rp40.000/kg. Naik dari sebelumnya Rp20.000/kg.

Dia memperkirakan harga bawang akan terus naik hingga lebaran nanti, sebelum kemudian mulai turun selepas lebaran. Tarjo dan Aska mengungkap, sejauh ini stok cabai dan bawang tergolong aman.

Adapun harga jengkol melesat hampir dua kali lipat atau 100 persen ketika masa semakin mendekati lebaran.

"Jengkol sekarang Rp60.000/kg. Sudah naik 5-6 hari ini dari Rp30.000/kg," tutur pedagang lain, Yoyoh.

Petai kini dihargai Rp10.000/papan. Harga itu naik dari Rp2.500/papan pada awal Ramadan.

Menurut Yoyoh, harga petai sempat mencapai Rp12.000/papan. Baik jengkol dan petai berpotensi terus naik. "H-1 lebaran biasanya pada naik lagi," ujarnya.

Selain jengkol dan petai, bahan pangan lain yang terkerek naik adalah kentang, khususnya yang berukuran besar. Saat ini harganya Rp16.000/kg dari sebelumnya Rp12.500/kg.

Kenaikan harga jengkol, petai, maupun kentang, menurutnya turut dipengaruhi peningkatan permintaan. Olahan makanan yang memanfaatkan ketiga bahan pangan itu diperkirakan menjadi salah satu sajian utama masyarakat kala merayakan lebaran nanti.

"Banyak yang bikin sambal goreng kentang dan hati ayam, biasanya dicampur sama petai. Semur jengkol juga banyak yang mau bikin," bebernya.

Meski menjelang lebaran permintaan bahan pangan meningkat, secara umum situasi sekarang tak sama dengan tahun lalu.

Yoyoh menyebut, penjualannya menurun sekitar 30% pada ramadan-lebaran tahun ini akibat Covid-19.

"Kan sekarang pasarnya juga dibatasi, sampai pukul 12.00 WIB saja. Jadi, yang beli juga enggak sebanyak tahun lalu," jelasnya.(Erika Lia)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar