Yamaha

Nekat Buka Sebelum 29 Mei, Toko Fesyen di Bandung Akan Disegel

  Jumat, 22 Mei 2020   Budi Cahyono
ITC Kebon Kalapa Bandung dipadati penjual dan pembeli, Kamis (21/5/2020).

AYO BACA : Kesampingkan PSBB, Warga Berburu Baju Lebaran di ITC Kebon Kalapa Bandung

AYO BACA : Gubernur Emil Klaim PSBB Berhasil Tekan Kasus Positif Corona di Jabar

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 29 Mei mendatang, melanjutkan PSBB tingkat Jawa Barat. Hal tersebut membuat sejumlah toko di luar toko kebutuhan pokok tetap dilarang untuk beroperasi.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Elly Wasliah mengatakan bahwa aturan pelarangan tersebut akan diterapkan dengan tegas. Bila ada yang melanggar, pihaknya tak segan akan menyegel toko yang bersangkutan.

"Kalau masih buka laporkan kepada kami, ini tidak main-main. Kami sampaikan hingga 29 Mei area fesyen tidak dibuka," ungkapnya di Pendopo Kota Bandung, Kamis (22/5/2020).

Dia mengatakan, hal tersebut juga berlaku untuk supermarket atau toko modern yang menjual baik kebutuhan pokok ataupun produk fesyen. Area produk fesyen harus tetap ditutup hingga waktu yang disepakati sesuai aturan PSBB.

"Yang antre (di supermarket) itu belum tentu belanja baju, tapi kebutuhan pokok juga. Tetapi kalau ada pelanggaran, akan kami segel," ungkapnya. Tindakan tegas itu akan dilakukan karena Elly menilai pihaknya telah melakukan langkah persuasif.

Sejauh ini, Elly mengaku pihaknya belum menemukan supermarket yang area gerai fesyen-nya beroperasi. Namun, dia telah menerima laporan mengenai para pedagang dan pembeli yang memadati ITC Kebon Kalapa.

"ITC didatangi juga, kami panggil manajemen-nya. Kenyataannya mal-nya tutup, kalau dari luar buka. Pedagang itu menggunakan lahan parkir bukan gedungnya," ungkap Elly.

Sehingga, dia mengatakan pihaknya akan segera membahas hal tersebut untuk melalukan tindak lanjut lebih jauh.

"Minta izin sampai Sabtu untuk ITC. Bukan mengizinkan, Kami melaporkan ke pimpinan. Kami akan bahas sekarang," ungkapnya. (Nur Khansa)

AYO BACA : 13 RW di Bandung Barat Perketat Pengawasan Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar