Yamaha

Kota Bogor Takbiran dan Salat Id di Rumah

  Jumat, 22 Mei 2020   Husnul Khatimah
Sebagai ilustrasi silaturahmi saat Lebaran. shutterstock

BOGOR, AYOJAKARTA.COM - Kota Bogor menyepakati melakukan salat Id dan takbiran di rumah masing-masing. Itu dilakukan untuk mencegah penularan virus corona yang belum mereda di Indonesia.

Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bogor, Alma Wiranta menjelaskan, keputusan bersama ini disepakati berdasarkan Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 tanggal 13 Mei 2020 tentang panduan Kaifiat Takbir dan Sholat Idulfitri saat Pandemi Covid-19. Termasuk dan Keputusan Wali Kota Bogor Nomor 900.45-340 Tahun 2020 Tentang Perpanjangan Kedua Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam penanganan Coronavirus Disease 19 (Covid-19) di Kota Bogor.

Keputusan bersama yang disepakati dan ditandatangani Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, Dewan Masjid Kota Bogor dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor, Selasa (19/05/2020). Keputusan ini memutuskan 5 poin dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi Kota Bogor yang masih berada pada masa penanganan Pandemi Covid-19 yang isinya:

  1. Tidak melakukan takbir keliling di jalan raya maupun takbir keliling dengan berjalan kaki dan mengumpulkan massa
  2. Mengumandangkan takbir dapat dilaksanakan di rumah masing-masing. Di masjid atau mushola oleh pengurus takmir masjid atau mushola dengan menerapkan protokol kesehatan serta melalui media elektronik dan media digital lainnya.
  3. Petugas perbatasan atau checkpoint mencegah takbir keliling dari luar kota agar tidak masuk ke Kota Bogor.
  4. Umat Islam dan warga masyarakat Kota Bogor tetap mengumandangkan takbir, tahmid dan tahlil saat malam Idulfitri sebagai tanda syukur sekaligus doa agar pandemi Covid-19 segera diangkat oleh Allah SWT;
  5. Tidak melaksanakan shalat Idulfitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjamaah baik di masjid atau di lapangan tapi dilaksanakan di rumah secara berjamaah beserta keluarga.

AYO BACA : Awas, Nekat Mudik ke Kota Bogor Diisolasi 14 Hari

Ketua Dewan Masjid Kota Bogor, Ade Sarmili menegaskan, keputusan bersama ini bukan untuk menghalangi umat untuk ibadah, untuk shalat Idulfitri atau menutup tempat ibadah. Namun dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang dapat membahayakan umat nantinya.

“Kami kawatir kalau kemudian klaster ibadah disamakan dengan klaster lain. Terus terang saja kami bersedih dengan ketidakpatuhan masyarakat ke pasar, mal, restoran dan perkumpulan lainnya,” jelasnya.

Dia berharap salah satu ikhtiar Pemkot Bogor ini bisa memutus penyebaran Covid-19 dan surat ini sebagai himbauan agar warga bisa memahami kondisi saat ini.

“Mudah-mudahan Allah SWT mengangkat wabah ini dan semoga kita diberikan kekuatan untuk melewati semuanya dan menjadi pemenang. Hilangkan nafsu, hilangkan emosional, dan hilangkan kemarahan karena kita akan menghadapi hari kemenangan. Mari kita sambut dengan gegap gempita, bertakbir di rumah masing-masing, tidak harus berkeliling,” katanya.

AYO BACA : 21 Mei, Kasus Corona Kota Bogor: Positif Bertambah 3, Pasien Sembuh jadi 33

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar