Yamaha

Enggak Ada Takbir Keliling, Pemkot Jakarta Utara Bikin Takbiran Virtual

  Sabtu, 23 Mei 2020   Aldi Gultom


KELAPA GADING, AYOJAKARTA.COM -- Larangan takbir keliling di malam terakhir Ramadan sudah dikeluarkan. Ini berkaitan dengan situasi pandemi virus corona yang belum akan berakhir.

Menyikapi itu, inisiatif untuk menggelar acara takbir virtual pun digagas Pemkot Jakarta Utara. Warga diajak mengikuti takbir virtual yang akan diselenggarakan dari Masjid Raya Al Musyawarah, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko, mengatakan, larangan takbir keliling yang merupakan tradisi tiap malam Lebaran diterbitkan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19. 

Takbir keliling memang mengundang kerumunan orang dan hal tersebut akan mempermudah penyebaran virus corona sekaligus melanggar peraturan PSBB yang masih berlaku di DKI Jakarta sampai awal Juni mendatang. 

Apalagi, kesadaran masyarakat Jakarta masih amat rendah dalam hal penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah.
 
Melanjutkan imbauannya, Sigit menghimbau agar semua warganya ikut serta dalam takbiran virtual yang akan diselenggarakan secara massal di seluruh wilayah Jakarta Utara.

"Takbiran Jakarta Utara di tahun 1441H kali ini kita lakukan secara berbeda, yakni secara online. Pusatnya di Masjid Raya Al Musyawarah, Kelapa Gading," terang Sigit, dikutip dari berita Sudin Kominfotik Jakut.

Buat masyarakat Jakarta Utara yang ingin memeriahkan dan melaksanakan hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa, bisa mengikuti takbiran virtual di masjid yang ditunjuk pada setiap Kecamatan. 

Wali Kota Sigit Wijatmoko sendiri akan berada di Masjid Raya Al Musyawarah Kelapa Gading dan Masjid Baitul Hikmah Sunter Agung. 

Wakil Wali Kota, Ali Maulana Hakim, akan berada di Masjid Al Hamra Lagoa dan Masjid Al Ikhlas Cilincing.
 
Sementara Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara Desi Putra berada di Masjid Al Ikhsan Pademangan Timur dan Masjid Miftahussalam Penjaringan.

Sebelumnya, Ketua PCNU Jakarta Utara, Agus Muslim, juga menyarankan takbir hanya digelar di masjid, musala atau langgar dengan pengeras suara. Itu pun hanya dapat dilakukan oleh pengurus majelis taklim setempat saja, tidak untuk masyarakat luas.

“Warga takbiran di rumah bersama keluarga,” saran Agus.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar