Yamaha

Petugas ber-APD Bawa Peti Mati Tongkrongin Empat TPU Jaksel, Ngapain?

  Sabtu, 23 Mei 2020   Aldi Gultom
Dua petugas Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jaksel mensosialisasikan larangan ziarah di masa pandemi COVID-19 dengan cara unik. (Sudin Kominfotik Jaksel)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Banyak tradisi di bulan Ramadan dan Idul Fitri yang tidak bisa terlaksana dengan baik akibat pandemi COVID-19. Salah satunya ziarah kubur.

Hampir semua taman pemakaman umum (TPU) di DKI Jakarta menutup lokasinya dari akitivitas ziarah kubur untuk menegakkan aturan physical distancing di masa PSBB. 

Unik cara yang dilakukan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan. Untuk mengkampanyekan larangan ziarah, Sudin Pertamanan menempatkan personel ber-APD (alat pelindung diri) di empat TPU wilayah Jaksel. 

Petugas yang ditempatkan tak hanya mengenakan APD, tapi juga membawa peti mati. Pesan intinya, warga agar mengurungkan niat berziarah di masa pandemi COVID-19 ini.

Kepala Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakse, Winarto, mengatakan, tujuan aksi kampanye unik ini adalah mengingatkan masyarakat menaati peraturan PSBB. Menurutnya, menjelang Hari Raya Idul Fitri ini, masih banyak warga yang hendak berziarah ke TPU.

"Ada dua orang petugas yang berber-APD lengkap dengan peti mati dan spanduk. Kami men-display petugas, paling tidak ada masyarakat yang perhatiannya ke arah itu," katanya, dikutip dari berita Sudin Kominfotik Jaksel.

Empat TPU yang jadi lokasi kampanye adalah TPU Tanah Kusir, TPU Jeruk Purut, TPU Menteng Pulo dan TPU Kampung Kandang. 

Sosialisasi ini sudah digelar sejak 21 Mei dan akan berlangsung hingga 23 Mei 2020. 

Winarto tidak bisa memastikan kapan TPU dan taman-taman kota akan dibuka lagi. Ia mengaku masih menunggu arahan pimpinan terkait teknis pembukaan dua fasilitas publik tersebut. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar