Yamaha

Terpapar Corona, Pasar Antri Cimahi Jadi Klaster Baru

  Minggu, 24 Mei 2020   Budi Cahyono
[ilustrasi] Pasar Antri jadi klaster baru Covid-19 di Kota Cimahi.

CIMAHI, AYOJAKARTA.COM – Dua pedagang Pasar Antri Cimahi dikonfirmasi positif Covid-19. Mengetahui dua pedagang terpapar corona, Pemkot Cimahi terpaksa menutup sementara operasional Pasar Antri dengan menyegel akses masuk.

Dengan adanya dua pedagang positif Covid-19, Pasar Antri menjadi klaster baru di Kota Cimahi. Diketahui dua pedagang Pasar Antri dinyatakan sebagai pasien positif setelah hasil swab test, Sabtu (23/5/2020).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Chanifah Listyarini menerangkan, dua pedagang pasar positif tersebut wanita berusia 60 tahun warga Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, dan 1 orang pedagang laki-laki warga Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Keduanya diketahui positif setelah melakukan swab test di Pasar Antri dengan mendaftar melalui Pikobar Cimahi dan PDP RS Santosa.

Ia mengatakan dua orang pasien dari kalangan pedagang pasar ini memunculkan klaster baru paparan Covid-19 di Kota Cimahi. Mereka kini menjalani perawatan di rumah sakit.

"Betul terkonfirmasi ada empat positif, dua pedagang di Pasar Antri dan dua lagi merupakan warga Cibabat, bukan pedagang Pasar Antri. Sekarang sudah ditangani, ada yang dirawat di RSUD Cibabat dan di RS Santosa," ungkap Chanifah saat dihubungi, Minggu (24/5/2020).

Mengingat pasien positif ini beraktivitas di pasar, Dinkes langsung melakukan tracing kontak erat terhadap dua pasien yang merupakan pedagang kelontong dan bumbu di Pasar Antri.

AYO BACA : 2 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Antri Cimahi Ditutup Sementara

Tracing sendiri dilakukan lantaran keduanya masih beraktivitas seperti biasa hingga hasil swab test positif keduanya keluar pada Sabtu (23/5/2020).

"Kita langsung tracing, siapa saja pedagang dan pembeli yang kontak erat dengan pasien positif itu. Dipastikan akan sangat banyak, makanya kita sebar pemberitahuan agar yang merasa kontak dengan dua orang itu langsung menghubungi Dinkes untuk swab test,"ujarnya.

Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu sisa hasil swab test 50 pedagang Pasar Antri lainnya yang melakukan tes pada Jumat (15/5/2020).

"Jadi yang pertama kami terima hasil swab testnya itu pasien asal Setiamanah. Jadi masih banyak sisa hasil swab test pedagang Pasar Antri yang belum keluar. Sekarang baru keluar sebagian, dan sedang kita pilah mana yang pedagang dan masyarakat umum," tuturnya.

"Kita belum tahu juga dari mana sumber paparan COVID-19 mereka. Nanti akan diketahui setelah wawancara dengan yang bersangkutan,"jelasnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 makin meluas, Pemerintah Kota Cimahi akhirnya memutuskan menutup operasional Pasar Antri selama 14 hari ke depan.

"Kita harus lakukan sterilisasi pasar dan kios. Sambil melakukan tracing pedagang. Sekalipun yang positif hanya 1, tapi pasar pasti tetap akan ditutup," tandasnya. (Tri Junari)

AYO BACA : PSBB Bandung Raya Dimulai, Ini Ketentuan Baru Berkendara

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar