Yamaha

Pariwisata Spanyol Mulai Dibuka Juli

  Minggu, 24 Mei 2020   Budi Cahyono
Suasana Kota Madrid, Spanyol (wikipedia)

MADRID, AYOJAKARTA.COM -- Setelah mengizinkan kompetisi LaLiga diputar kembali pada 8 Juni, kini Pemerintah Spanyol akan kembali membuka sektor pariwisata.

Sejumlah destinasi wisata di Spanyol terpaksa ditutup karena Covid-19 yang mewabah di negara tersebut. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengumumkan, rencananya destinasi wisata akan dibuka untuk turis asing mulai Juli 2020.

Pendapatan dari pariwisata nantinya bakal digunakan membantu warga Spanyol terdampak pandemi Covid-19. Pembukaan berbagai destinasi wisata diperkirakan bakal mengisi kembali kantong anggaran yang selama ini terkuras akibat Covid-19.

“Seperti yang Anda tahu, Spanyol menerima lebih dari 80 juta pengunjung per tahun. Saya mengumumkan bahwa mulai Juli, Spanyol akan dibuka kembali untuk pariwisata asing dalam kondisi aman, kata Sanchez dikutip dari The Guardian, Minggu (24/5/2020).

Pembukaan kembali Spanyol untuk 'dunia luar' dipastikan Sanchez akan berlangsung dengan protokol yang aman. Wisatawan disebutnya tak perlu khawatir untuk kembali mengunjungi Negeri Matador.

AYO BACA : Akhirnya, Pemerintah Spanyol Beri Lampu Hijau LaLiga Dilanjutkan

“Turis asing juga dapat mulai merencanakan liburan mereka di negara kita. Spanyol membutuhkan pariwisata, dan pariwisata membutuhkan keamanan baik di tempat asal maupun tujuan,” kata Sanchez.

“Kami akan menjamin bahwa wisatawan tidak akan menanggung risiko apa pun, juga tidak akan membawa risiko apa pun ke negara kami,” sambungnya.

Menurut Sanchez penghasilan dasar dari pembukaan destinasi pariwisata merupakan komitmen pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan di Spanyol.

“Itu akan menelan biaya sekitar € 3 miliar (sekitar Rp48 triliun) setahun dan akan membantu empat dari lima orang dalam kemiskinan parah dan memberi manfaat bagi hampir 850.000 rumah tangga, setengahnya termasuk anak-anak,” kata Pedro Sanchez.

Setelah sempat menjadi negara Eropa dengan kasus infeksi virus corona tertinggi, Spanyol berangsur-angsur mulai bisa menekan penyebaran Covid-19. Kendati menimbulkan kontroversi, kebijakan lockdown yang telah berlangsung sejak 14 Maret lalu--direncanakan akan berakhir 6 Juni 2020--dinilai berperan besar terhadap penurunan kasus tersebut.

“Baik pemerintah maupun masyarakat Spanyol tidak akan berpaling ke arah lain sementara rekan senegara kita mengantre untuk makan. Karena kita sedih melihat hal itu sekarang terjadi di beberapa bagian negara ini,” tandasnya.

AYO BACA : Angka Kematian Spanyol Akibat Covid-19 Lampaui Tiongkok

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar