Yamaha

465 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta, Turun Drastis Dibanding Tahun Lalu

  Minggu, 24 Mei 2020   Budi Cahyono
Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan pribadi untuk keluar di Gerbang Tol Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (23/5) dini hari. Sekitar 200 pemudik yang menggunakan jasa travel tanpa izin beserta kendaraan pribadi terkena razia penyekatan dan akan dikembalikan ke Jakarta Foto: Republika/Thoudy Badai

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Ratusan ribu kendaraan melintas meninggalkan Jakarta terhitung dari H-7 hingga H-1 Lebaran. Larangan mudik Lebaran dari pemerintah tampaknya tak dihiraukan masyarakat yang ingin tetap bersilaturahmi di kampung halaman.

PT Jasa Marga Persero mencatat sedikitnya 465 ribu kendaraan melintas meninggalkan Jakarta hingga H-1 Lebaran.

"Angka ini turun 62 persen dari lalu lintas (lalin) di periode lebaran tahun 2019," kata Corporate Communication dan Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru dalam keterangan di Jakarta, Minggu (24/5/2020).

AYO BACA : Polda Jabar Paksa 72 Ribu Kendaraan Pemudik Putar Balik

Dwimawan mengatakan, ratusan ribu kendaraan itu melintas dari arah timur, barat dan selatan. Dia memerinci, distribusi lalu lintas dari ketiga arah tersebut sebesar 39 persen dari arah Timur, 34 persen dari arah Barat dan 27 persen dari arah Selatan.

Kendaraan dari arah timur yang meninggalkan Jakarta merupakan kontribusi lalin dari dua Gerbang Tol (GT) pengganti GT Cikarang Utama, yaitu GT Cikampek Utama untuk pengguna jalan menuju Jalan Tol Trans Jawa. Dia mengungkan, sebanyak 103.440 kendaraan terpantau melintasi pintu tol tersebut Angka itu turun 81 persen dari Lebaran 2019.

Gerbang dari arah timur lainnya adalah Kalihurip Utama untuk pengguna jalan menuju Jalan Tol Cipularang-Padaleunyi. Sebanyak 76.357 kendaraan tercatat melintasi gerbang tol tersebut. Angka itu turun 64 persen dari Lebaran 2019.

AYO BACA : 61 Ribu Pemudik dari Zona Merah Masuk Wilayah Tasikmalaya

"Total kendaraan yang melintas menuju arah timur adalah 179.797 kendaraan atau turun sebesar 76 persen dari lebaran tahun 2019," jelas Dwimawan.

Sementara dari sebanyak 157.926 kendaraan tercatat melintas GT Cikupa Jalan Tol Merak-Tangerang atau dari arah barat. Besaran itu juga turun 42 persen dari Lebaran tahun sebelumnya.

Adapun, 127.859 kendaraan juga terpantau meninggalkan Jakarta dari arah selatan atau melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi. Kendati, angka itu juga menurun 33 persen dari lebaran 2019.

Dwimawan mengatakan, arus lalu lintas harian sejak H-7 hingga H-1 lebaran tahun ini tertinggi tercatat terjadi pada H-4. Dia mengatakan, sebanyak 92.668 kendaraan terpantau melintas meninggalkan jakarta melalui gerbang tol yang sama.

Jasa Marga, dia mengatakan, mengimbau pengguna jalan tol untuk berpartisipasi aktif dalam mencegah penularan Covid-19. Dia melanjutkan, hal itu dilakukan dengan tidak mudik dan tidak piknik selama masa lebaran kali ini.

"Selain itu batasi perjalanan dan jaga jarak, keluar rumah hanya untuk keadaan yang mendesak serta wajib mengenakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah," ucapnya.

AYO BACA : Polisi Razia Kendaraan Masuk Wilayah Jakarta, Tanpa SIKM Disuruh Putar Balik

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar