Yamaha

Sampai Hari Pertama Lebaran Ada 3.493 Permohonan SIKM Jakarta yang Ditolak

  Senin, 25 Mei 2020   Aldi Gultom
Foto: beritajakarta.id

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM -- Terjadi lonjakan permohonan Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM) Jakarta pada hari terakhir Ramadan sampai Idulfitri hari pertama (Minggu, 24/5/2020).  

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM dan PTSP) DKI Jakarta sendiri tetap melayani pengurusan SIKM wilayah DKI Jakarta pada hari pertama Lebaran .Berdasarkan data terakhir, total 125.734 user berhasil mengakses perizinan SIKM dari situs corona.jakarta.go.id sejak dibuka pada Jumat (15/5/2020) sampai pukul 18.00 WIB kemarin.

Kepala Dinas PM dan PTSP DKI Jakarta, Benni Aguscandra, menjelaskan, tercatat 5.247 pemohon mengajukan pembuatan SIKM. Dari jumlah tersebut, terdapat 299 permohonan yang masih dalam proses dan baru saja diajukan per sore kemarin.

"Pemprov DKI Jakarta masih terus melakukan penelitian administrasi dan penelitian teknis terhadap permohonan perizinan SIKM," ujar Benni, dikutip dari situs beritajakarta, Senin (25/5/2020).

Sebanyak 635 permohonan masih menunggu divalidasi penjamin atau penanggungjawab. Sementara itu, 3.493 permohonan ditolak atau tidak disetujui. Sedangkan 820 permohonan dinyatakan telah memenuhi persyaratan sehingga SIKM dapat diterbitkan secara elektronik.

"Terjadi lonjakan permohonan SIKM pada hari terakhir Ramadan sampai dengan per 1 Syawal 1441 H, total ada 1.772 pengajuan permohonan SIKM hanya dalam waktu 24 Jam," terangnya.

Benni menjelaskan, permohonan ditolak karena pemohon tidak dapat memenuhi ketentuan proses verifikasi dalam Penelitian Administrasi dan Penelitian Teknis Perizinan

"Sebanyak 66,6 persen dari total permohonan SIKM kami tolak. Pada umumnya karena tidak memenuhi ketentuan substansial," ungkap Benni.

Benni menuturkan, banyak pemohon ber-KTP Jabodetabek dan hendak melakukan aktivitas bepergian sesuai dengan 11 sektor yang diizinkan. Aktivitasnya pun berada di wilayah Jabodetabek. Pemohon jenis ini ditolak kerena warga ber-KTP Jabodetabek tidak perlu mengurus SIKM saat beraktivitas sesuai sektor yang diizinkan di wilayah Jabodetabek. Namun, harus tetap mengikuti protokol pencegahan penyebaran COVID-19.

"Kami juga mendapat permohonan rencana pergi ke daerah luar Jabodetabek untuk melakukan halalbihalal bersilahturahmi dengan sanak famili dan reuni dengan teman sekolah. Jelas kedua jenis permohonan itu kami tolak," ucapnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar