Yamaha

Simak, Ini Protokol Kesehatan ala Menkes saat New Normal

  Selasa, 26 Mei 2020   Budi Cahyono
[Ilustrasi] Menkes menerbitkan 13 protokol bagi para pekerja saat new normal

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Istilah 'the new normal' atau normal baru di tengah pandemi Covid-19 sering terdengar belakangan ini. New normal merupakan perubahan perilaku menjalankan aktivitas normal dengan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Kementerian Kesehatan RI telah merilis protokol kesehatan saat new normal bagi para pekerja. Hal ini tertuang dalam surat edaran nomor HK.02.01/MENKES/334/2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan Covid-19 bagi Aparat yang Melaksanakan Tugas Pengamanan dan Penertiban Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Atas dasar itu, perusahaan diminta mulai menerapkan new normal dalam menghadapi pandemi Covid-19 pascaidulfitri. Perusahaan meminta para pekerjanya beraktivitas seperti biasa dengan memperhatikan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari.

“Kepada seluruh pimpinan Kementerian/Lembaga, pimpinan pemerintah daerah, Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Panglima TNI agar mengimbau kepada seluruh jajarannya untuk menerapkan pencegahan penularan Covid-19,” kata Menkes Terawan Agus Putranto, beberapa waktu lalu di Jakarta dalam rilisnya.

Inilah isi protokol pencegahan yang harus dilakukan pekerja yang akan kembali bertugas di luar rumah.

1. Pastikan aparat dalam kondisi sehat sebelum bertugas di lapangan. Apabila terdapat keluhan demam/batuk/pilek/sakit tenggorokan/sesak napas, tidak ditugaskan dan istirahatkan di rumah.

AYO BACA : Simak, Panduan Kerja New Normal dari Kemenkes

2. Gunakan pakaian kerja saat bertugas, dengan baju berlengan panjang.

3. Wajib menggunakan masker, face shield, dan sarung tangan.

4. Jaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer.

5. Hindari tangan menyentuh area wajah, seperti mata, hidung, atau mulut.

6. Tetap memperhatikan jarak/physical distancing minimal 1 meter saat berhadapan dengan masyarakat atau rekan kerja pada saat bertugas.

AYO BACA : Permohonan SIKM Jakarta Melonjak, Layanan Live Chat Dibuka Pukul 07.30 - 22.00 WIB

7. Apabila aparat harus melakukan kontak fisik dengan masyarakat, segera cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer.

8. Terapkan waktu kerja 8 jam sehari atau maksimal 12 jam/hari, 40 jam seminggu.

9. Saat pulang bertugas, jangan langsung bersentuhan dengan anggota keluarga sebelum membersihkan diri (mandi dan mengganti pakaian kerja).

10. Tingkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi gizi seimbang, melakukan aktivitas fisik setiap hari selama 30 menit sehari serta istirahat cukup. Bila perlu konsumsi suplemen tambahan, seperti vitamin C.

11. Lakukan pemantauan kesehatan secara berkala, termasuk pemeriksaan rapid test COVID-19 atau sesuai indikasi medis.

12. Pastikan kendaraan operasional yang digunakan dibersihkan secara berkala dengan desinfektan.

13. Setiap aparat yang tidak masuk kerja karena sakit dengan gejala demam atau batuk/pilek/nyeri tenggorokan/sesak napas, wajib melaporkan kepada bagian kepegawaian/petugas kesehatan/fasilitas pelayanan kesehatan setempat, dan dilakukan pemantauan untuk mengetahui keterkaitannya dengan kriteria COVID-19 ODP, PDP, dan kasus konfirmasi positif COVID-19.

“Saya harapkan protokol itu dilaksanakan dengan penuh tangung jawab agar bertugas bisa dengan aman dan terhindar dari Covid-19,” tutup Menkes Terawan.

AYO BACA : Anies Siapkan 10 Titik Penjagaan untuk Pemeriksaan SIKM di Jakarta

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar