Yamaha

Dijadikan Lokasi Karantina, Masjid Raya Jakarta Masih Kosong

  Rabu, 27 Mei 2020   Fitria Rahmawati
Sebagai ilustrasi, suasana di dalam Gedung Auditorium Gelanggang Remaja Gambir yang dijadikan ruang karantina bagi pendatang dari luar Jakarta, Jakarta, Rabu (27/5/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

CENGKARENG, AYOJAKARYA.COM - Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Kristy Warthini mengatakan, pihaknya sudah menyediakan 100 bed di Masjid Raya Jakarta atau Masjid KH Hasyim Asy'ari Cengkareng Jakarta Barat. Bed tersebut diperuntukkan bagi warga Jakarta yang kembali dari luar Jakarta, dan wajib karantina selama 14 hari.

Hingga hari ke-3 usai Lebaran, belum ada satu pun warga yang diisolasi di lokasi tersebut. 

"Belum ada yang ditampung," kata Kristy, Rabu (27/5/2020).

AYO BACA : 14 RW di Pondok Kelapa Karantina Wilayah Secara Mandiri

Dia menyebut lokasi isolasi ini berlaku bagi seluruh Jakarta yang baru pulang setelah nekat mudik ke kampung halaman.

"Untuk semua warga yang domisili di wilayah DKI Jakarta harus isolasi dulu 14 hari," katanya.

Kristy mengatakan, masjid yang dibangun oleh 2 mantan Gubernur DKI, Joko Widodo (Jokowi) dan diselesaikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 2015 itu hanya menyediakan ruang isolasi saja. Pihaknya tidak akan menyediakan makanan siap saji bagi pemudik yang terjaring razia petugas penyekatan di pintu masuk Jakarta.

"Kami menyiapkan tempat karantina saja, berdasarkan pergub no.47 th.2020 pasal 14 ayat 5 bahwa pembiayaan atas kebutuhan pokok selama karantina berupa makan, minum dan kebutuhan dasar lainnya ditanggung oleh pendatang," ujar Kristy.

AYO BACA : Karantina Wilayah, Ini Tanggung Jawab Pemerintah dan Hak Warga

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar