Yamaha

Orang Tua Bikin Petisi Minta Mas Nadiem Tunda Anak Masuk Sekolah

  Kamis, 28 Mei 2020   Hendy Dinata
Petisi meminta penundaan tahun ajaran baru (Change.org)

RAWAMANGUN, AYOJAKARTA.COM -- Sebuah petisi yang ditujukan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim tengah viral di berbagai platform media sosial hingga aplikasi perpesanan WhatsApp. Petisi melalui laman change.org ini meminta Menteri Nadiem agar menunda pembukaan tahun ajaran baru selama masa pandemi corona. 

Hingga siang ini (Kamis, 28/5/2020), petisi yang diinisiasi oleh seorang ibu bernama Hana Handoko itu telah ditandatangani oleh 21.892 orang dari target 25.000 orang. 

"Pengalaman adalah guru berharga, jika kita bisa belajar dari negara lain bahwa ternyata tidak aman untuk membuka kembali lingkungan sekolah ditengah pandemi COVID-19, alangkah baik dan bijaksana, jika pemerintah, khususnya menteri pendidikan, berpikir sebijaksana mungkin tentang dibukanya kembali tahun ajaran baru," bunyi petisi tersebut.

Dalam petisi tersebut juga tertulis, meski sekolah dibuka dengan protokol new normal, namun penularan COVID-19 secara massif masih menghantui. Nadiem diminta mengambil pelajaran dari Prancis atau Finlandia di mana setelah sekolah-sekolah di dibuka, anak-anak banyak yang terpapar COVID-19.

"Dari dua kasus ini, besar harapan saya sebagai seorang ibu agar pemerintah menunda tahun ajaran baru atau setidaknya memperpanjang kegiatan belajar secara online dari rumah. Supaya anak-anak sebagai penerus bangsa tidak harus kehilangan nyawanya akibat hidup damai dengan COVID-19 dan juga meminimalkan kenaikan PDP dan OPD," pintanya.

Sebelumnya, Nadiem sudah menegaskan bahwa tahun ajaran baru belum tentu dimulai pada bulan Juni. Hal itu disampaikan Nadiem saat melakukan rapat kerja virtual dengan Komisi X DPR RI, Jumat (22/5/2020).

"Mohon menunggu dan saya belum bisa memberikan statement apapun untuk keputusan itu. Karena dipusatkan di gugus tugas. Mohon kesabaran. Kalau ada hoax-hoax dan apa sampai akhir tahun, itu tidak benar," katanya.

Menurut Nadiem, di tengah pandemi ini, keputusan kapan akan dimulai tahun ajaran baru bukan ada di tangannya.

"Keputusannya kapan, dengan format apa, dan seperti apa, dan karena ini faktor kesehatan, itu masih di gugus tugas," ujar Nadiem.

Dia menegaskan, Kemendikbud sebagai eksekutor pendidikan, selalu siap dengan semua skenario. Skenario apapun masih terus diskusikan dengan para pakar, dan keputusannya berada di tangan gugus tugas.

Pandemi COVID-19 juga sangat berdampak pada sistem pembelajaran yang dilakukan di rumah. Dampak ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di seluruh negara.

"Memang kita harus jujur dan pragmatis, belajar di rumah jelas punya dampak negatif ke pembelajaran. Bukan hanya di Indonesia, tapi seluruh negara. Tapi kami yakin, keluar dari krisis ini ada hikmah dan pembelajaran, dan keluar dari mindset atau pola pikir yang baru, yang akan jadi katalis di revelousi pendidikan," kata Nadiem.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar