Yamaha

Pemerintah Jangan Bahayakan Keselamatan Siswa, Tunda Saja Tahun Ajaran Baru ke Januari 2021

  Kamis, 28 Mei 2020   Khoirur Rozi
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim (Merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Muncul wacana untuk mengundur pembukaan tahun ajaran baru ke Januari 2021.

Pengurus Persatuan Keluarga Besar Taman Siswa (PKBTS), Darmaningtyas, pun menyurati Presiden Joko Widodo. Dia meminta agar tahun ajaran baru yang sedianya dimulai Juli 2020 diundur hingga Januari 2021.

Darmaningtyas mengatakan, wabah virus corona tampaknya belum akan mereda dalam waktu dekat. Selain itu, merujuk data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), potensi penularan virus pada anak juga terbilang tinggi.

"Menurut keterangan Ketum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dokter Aman Pulungan, jumlah ODP anak hampir 3.400 orang, kematian PDP ada 129 anak, positif corona anak ada 584 orang, dan kematian kasus positif yang menimpa pada anak mencapai 14 jiwa. Tertinggi di Asia," katanya dalam surat itu, Kamis (28/5/2020).

Baginya, data IDAI cukup mengkhawatirkan jika semua pihak mempertimbangkan keselamatan anak. Terlebih bagi para orang tua yang anaknya masih duduk di bangku sekolah.

"Data ini semakin menambah cemas orang tua bila bulan Juli harus kembali ke sekolah," ujarnya.

Karena itu dia meminta Presiden Jokowi mempertimbangkan usulan mengundur tahun ajaran baru sampai Januari 2021 sampai kondisi relatif aman. Dia khawatir jika tahun ajaran baru dimulai 13 Juli 2020 maka tak hanya aspek kesehatan yang terancam, tetapi beban ekonomi orang tua murid juga amat tertekan. Kondisi pandemi memang menyebabkan puluhan ribu pekerja alami PHK atau dirumahkan.

"Masukan ini saya sampaikan mengingat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan Kalender Pendidikan Baru yang akan memulai Tahun Ajaran Baru tanggal 13 Juli 2020," imbuhnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar