Yamaha

Wali Kota Minneapolis Kecam Tindakan Polisi yang Cekik George Floyd

  Jumat, 29 Mei 2020   Budi Cahyono
Polisi di Minneapolis menangkap George Floyd dengan kekerasan. (Dok. Facebook/Darnella Frazier)

MINNEAPOLIS, AYOJAKARTA.COM – Wali Kota Minneapolis Jacob Frey mengecam tindakan polisi yang mencekik leher George Floyd dengan lutut hingga tewas. Frey menegaskan, polisi yang mencekik Floyd dengan kakinya harus didakwa. 

AYO BACA : Penangkapan George Floyd Penuh Tindakan Rasis, Kerusuhan Pecah di Amerika

Dalam video yang tersebar di media sosial, polisi Derek Chauvin menekan lututnya ke leher Floyd. Floyd meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit. Dalam video yang direkam oleh orang lewat terdengar suara Floyd yang mengatakan ia tidak bisa bernapas.

"Dalam 36 jam terakhir saya bergulat dengan satu pertanyaan fundamental: Mengapa pria yang membunuh George Floyd tidak dipenjara," kata Frey yang berkulit putih, Kamis (28/5/2020).

Chauvin tidak bergerak selama hampir delapan menit walaupun Floyd sudah berhenti berbicara dan bergerak. Satu hari setelah Floyd meninggal dunia, Chauvin dan tiga petugas polisi lainnya dipecat.

"Saya tidak melihat adanya ancaman, saya tidak melihat sinyal tindakan kekerasan itu diperlukan," tambah Frey.

Walaupun Chauvin dan rekan-rekannya sudah dipecat tapi amarah warga tetap meledak setelah video penangkapan dan pencekikan Floyd tersebar di media sosial. Pada Selasa (26/5/2020) pengunjuk rasa berjalan lebih dari dua mil menuju kantor polisi.

AYO BACA : Kicauannya Dilabeli Hoaks oleh Twitter, Trump Berang

Sejumlah properti polisi dirusak dan terjadi bentrokan antara polisi antihuru-hara yang menembakkan gas air mata ke arah demonstran.

Di bagian kota yang sama bentrokan kembali pecah pada Rabu (27/5/2020). Beberapa pengunjuk rasa melemparkan batu dan botol minum ke polisi. Helikopter berita menunjukkan kericuhan di dekat beberapa toko seperti Target, Cub Food, dan toko otomotif. Tidak ada bukti polisi melakukan intervensi.

Unjuk rasa juga terjadi di jalanan dekat rumah Chauvin. Seorang petugas polisi memberitahu pengunjuk rasa, Chauvin tidak berada di sana. Sebuah cat warna merah ditumpahkan di jalan pintu rumahnya.

Seseorang juga menulis 'pembunuh' dengan kapur di dekat tumpahan cat itu. Sebelum Frey menuntut dakwaan sudah banyak warga, aktivis, dan selebritas yang menuntut keadilan untuk Floyd.

Namun masyarakat dan keluarga Floyd mungkin butuh waktu berbulan-bulan jika bukan tahun hingga penyelidikan selesai. Pengacara keluarga Floyd dan aktivis hak sipil, Benjamin Crump, meminta unjuk rasa digelar dengan damai.

"Kami tidak bisa tenggelam ke tingkat penindas kami dan kami tidak boleh membahayakan orang lain selama pandemi. Kami akan menuntut dan pada akhirnya mendorong perubahan abadi dengan menyinari perlakukan mengerikan dan tidak dapat diterima dan memenangkan keadilan," kata Crump.

Diberitakan sebelumnya, seorang penjaga klub malam di wilayah Minneapolis, George Floyd (46), mengalami kekerasan dari pihak kepolisian setempat saat dibekuk. Floyd diduga mengedarkan uang palsu, namun saat dilakukan penangkapan, polisi mengklaim mendapat perlawanan.

Karena dianggap melawan, petugas menginjak leher Floyd hingga ia kehilangan napas dan tewas. Kejadian tersebut direkam oleh warga dan menjadi viral di media sosial. Kematian Floyd yang dinilai penuh dengan tindakan rasis berujung dengan aksi protes keras.

AYO BACA : Perawat di Rusia Pakai Bikini dalam APD Hazmat Kini Justru Dapat Dukungan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar