Yamaha

Amerika Lakukan Investigasi untuk Kematian George Floyd

  Jumat, 29 Mei 2020   Fitria Rahmawati
Potongan video yang memperlihatkan polisi menekan lututnya di leher George Floyd yang membuatnya meninggal memicu kemarahan publik AS karena dianggap pembunuhan berbasis rasial. Foto: uniland.co.uk

NEW YORK, AYOJAKARTA.COM - Kasus penangkapan lelaki berkulit hitam George Floyd hingga ia tewas mencuri perhatian publik. Kementerian Hukum di Amerika berjanji akan menginvestigasi kasus tersebut dengan serius, lantaran melibatkan polisi sebagai aparat penegak hukum.

Para jaksa penuntut dan penyelidik profesional dari Biro Investigasi Federal (FBI) sudah ditugaskan untuk mendalami kasus tersebut.

Investigasi atas kasus tersebut akan dilaksanakan oleh Kantor Jaksa Amerika Serikat untuk Negara Bagian Minnesota, divisi hak-hak sipil Departemen Kehakiman dan Kantor Lapangan Minneapolis FBI.

Sebelumnya diwartakan, Floyd (46) merupakan warga Amerika berkulit hitam yang bekerja sebagai penjaga kelab malam. Ia diduga mengedarkan uang palsu, sehingga aparat kepolisian setempat akan menahannya. Namun saat dilakukan penangkapan, Floyd dianggap melawan polisi, hingga polisi kemudian menindih leher Floyd yang sedang tiarap di aspal dengan lutut. Floyd pun tewas karena kehabisan napas dan tercekik.

AYO BACA : Wali Kota Minneapolis Kecam Tindakan Polisi yang Cekik George Floyd

Peristiwa itu direkam warga yang ada di lokasi penangkapan dan menjadi viral di media sosial. Aksi penangkapan tersebut dinilai berlebihan dan mengandung unsur rasis kepada warga kulit hitam.

Adik laki-laki Floyd, Philonise Floyd, mengatakan kepada CNN pada Kamis bahwa ia lelah melihat penindasan terhadap warga kulit hitam. Sehingga ia pun maklum hal itu menyebabkan kemarahan publik.

Meski demikian, dia mendesak para demonstran untuk melakukan aksi dengan damai.

"Kepada polisi, saya ingin mereka melakukan semuanya dengan benar, mulailah melakukan pekerjaan Anda dengan cara yang benar karena saya belum melihatnya," kata Philonise Floyd.

"Saya ingin keadilan, saya hanya ingin keadilan," ujarnya, sambil menahan air mata.

AYO BACA : Penangkapan George Floyd Penuh Tindakan Rasis, Kerusuhan Pecah di Amerika

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar