Yamaha

Polisi Ikut Kecam Penangkapan yang Tewaskan George Floyd , Tapi Malah Tidak Berkesan

  Jumat, 29 Mei 2020   Fitria Rahmawati
Polisi Minneapolis mengarahkan senjata ke arah demonstran, Rabu (27/5). Aksi solidaritas atas tewasnya George Floyd dalam tahanan polisi, di Minneapolis, Minnesota, AS, berujung rusuh Foto: AP/Christine T. Nguyen

LOS ANGELES, AYOJAKARTA.COM - Kepala Kepolisian Chattanooga, Tennessee, David Roddy melalui akun twitternya mengecam penangkapan yang dilakukan sesama polisi hingga menyebabkan George Floyd tewas. Kecaman dari David menjadi hal yang baru lantaran biasanya sesama polisi di Amerika saling mendukung dalam hal apa pun.

"Tidak perlu melihat video ini lebih lama lagi, tidak perlu menunggu bagaimana akhir ceritanya, tidak perlu menindih leher seseorang dengan lutut selama sembilan menit. Hal yang semeskinya dilakukan jika anda mengenakan lencana tapi melakukan hal itu, lebih baik kembalikan lencananya," ucap David, Jumat (29/5/2020).

AYO BACA : Amerika Lakukan Investigasi untuk Kematian George Floyd

Tak hanya David, polisi lainnya juga ikut mengecam kasus tersebut. Sheriff Polk County, Georgia Johnny Moats melalui akun Facebooknya juga mengutuk peristiwa yang dianggap sangat brutal itu. 

"Saya amat sangat terganggu dengan video Pak Floyd dibunuh di jalan sementara para petugas membiarkan itu terjadi. Saya bisa pastikan pada semua orang selama saya menjadi sheriff. Saya atau semua deputi tidak akan memperlakukan siapa pun seperti itu. Ini jenis tindakan brutal yang mengerikan dan harus segera diakhiri. Petugas yang terlibat harus ditangkap dan segera didakwa," kata Moats.

AYO BACA : Wali Kota Minneapolis Kecam Tindakan Polisi yang Cekik George Floyd

Sementara, Kepala Polisi d San Jose Police, Kalifornia, Eddie Garcia mengaku kecewa lantaran tindakan polisi yang menangkap Floyd merupakan tindakan yang jauh dari visi-misi polisi.

"Tidak akan ada yang bisa bersembunyi dari kasus ini. Saya akan menjadi orang pertama yang mengutuk bila hal yang serupa,"kata Gracia.

Meski David, Moats, dan Gracia mengecam tindakan yang dialami George Floyd, namun publik justru kurang percaya dengan pernyataan tersebut. Menurutnya, jika hanya mengecam saja tanpa melakukan tindakan nyata sama halnya omong kosong belaka. 

Hal itu diungkapkan, endiri Black Lives Matter di Los Angeles, Melina Abdullah. Abdullah sama sekali tidak terkesan dengan kecaman yang diutarakan polisi untuk kasus Floyd. Hal itu lantaran saat salah seorang polisi menindih leher Floyd, tiga polisi lainnya hanya diam saja. Menurutnya, itu menjadi ciri khas penanganan kasus polisi Amerika kepada warga kulit hitam.

"Kami harus ingat bukan hanya Petugas Chauvin yang meninduk leher George Floyd," kata Abdullah. 

AYO BACA : Penangkapan George Floyd Penuh Tindakan Rasis, Kerusuhan Pecah di Amerika

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar