Yamaha

Kemenhub Perketat Pos Pemeriksaan Antisipasi Lonjakan Arus Balik Lebaran

  Jumat, 29 Mei 2020   Khoirur Rozi
Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan untuk memutar balik di pos pemeriksaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Gerbang Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Selasa (28/4). Penindakan berupa pemeriksaan surat kendaraan, surat tugas serta mengarahkan kendaraan untuk memutar balik tersebut merupakan tidak lanjut kebijakan larangan penggunaan kendaraan umum dan kendaraan bermotor pribadi untuk mudik (FOTO : ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM - Kementerian Perhubungan mengantisipasi lonjakan kendaraan pada arus balik yang diprediksi terjadi pada 30 Mei sampai 1 Juni 2020. Bersama tim gabungan, Kemenhub mengetatkan pengawasan di sejumlah titik masuk ke Jabodetabek.

Kemenhub memprediksi kendaraan pada arus balik tahun 2020 mencapai 284.892 mobil dan 814.835 sepeda motor. Volume kendaraan roda empat menurun jika dibandingkan tahun lalu sebesar 2.260.859. Sedangkan pemudik dengan motor pada tahun lalu sebanyak 554.488.

“Dari prediksi tersebut, di satu sisi jumlah kendaraan mobil jumlahnya menurun sangat signifikan dibanding tahun lalu. Namun untuk sepeda motor diprediksi terjadi peningkatan yang cukup signifikan,” kata Aditia dalam keterangan resminya, Jumat (29/5/2020).

Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Darat telah berkoordinasi secara intensif dengan stakeholder terkait di antaranya Kemenkes, Kepolisian, TNI, Pemerintah Daerah, Tim Gugus Tugas, dan pihak terkait lainnya, dalam untuk menyekat sejumlah ruas jalan termasuk jalan tikus.

“Penyekatan yang dilakukan pada jalur-jalur utama arus balik yang menuju ke wilayah Ibu Kota Jakarta dari berbagai daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten, dan juga di jalur-jalur tikus,” ungkap Adita.

Kemudian, penyekatan secara khusus juga dilakukan di 11 titik untuk pengecekan kepemilikian surat izin keluar masuk (SIKM) DKI Jakarta, yakni di Kabupaten Tangerang 4 titik (di Jalan Syekh Nawawi, Gerbang Tol Cikupa, Jalan Raya Serang, Jalan Raya Maja), di Kabupaten Bogor 4 titik (Jalan Jasinga, Jalan Ciawi-Cianjur, Jalan Ciawi-Sukabumi, Jalan Raya Tanjung Sari), dan di Kabupaten Bekasi 4 titik (Jalan Raya Pantura (Kedung Waringin), Jalan Inspeksi Kalimalang, dan Ruas Tol Cikarang Km 47 arah Jakarta).

Selanjutnya, langkah antisipasi yang dilakukan Kemenhub yaitu melakukan pemeriksaan ketat di terminal, pelabuhan, bandara, dan stasiun. Hal ini untuk memastikan orang-orang yang bepergian memenuhi kriteria yang diizinkan.

“Untuk pengawasan di simpul-simpul transportasi telah dilakukan penambahan personil tim gabungan agar pemeriksaan persyaratan dokumen para calon penumpang dapat berjalan dengan lebih lancar. Kemudian memastikan orang-orang yang bepergian adalah yang memenuhi kriteria dan syarat sesuai ketentuan dari SE Gugus Tugas dan SIKM bagi penumpang yang akan keluar atau masuk DKI Jakarta,” katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar