Yamaha

Waduh, Pemudik Jakarta Kabur dari RSDH Cianjur saat Diminta Isolasi Mandiri

  Sabtu, 30 Mei 2020   Budi Cahyono
[ilustrasi] Seorang pemudik dari Jakarta kabur dari RSDH Cianjur (dok)

CIANJUR, AYOJAKARTA.COM -- Seorang pemudik dari Jakarta, berinisial YA (38), dilaporkan kabur sesaat akan menjalani isolasi di Rumah Sakit Dr Hafidz (RSDH) Cianjur.

Diduga, YA yang merupakan warga Kecamatan Bojongpicung, kabur gara-gara mengetahui hasil rapid-test-nya dinyatakan reaktif.

Peristiwa tersebut bermula saat YA datang ke Puskesmas Bojongpicung untuk mendapatkan surat keterangan sehat, lantaran ingin kembali ke Jakarta, pada Kamis (28/5/2020).

AYO BACA : Pendatang Tanpa SIKM Wajib Tes COVID-19 dengan Biaya Sendiri

Namun dalam persyaratan untuk bisa kembali ke Jakarta, YA harus mendapatkan surat izin keluar masuk (SIKM) yang salah satu syaratnya harus menjalani rapid test sesuai dengan ketentuan yang berlaku yakni di rumah sakit. Akhirnya, YA pun dirujuk ke RSDH.

Namun setelah menjalani rapid test, hasilnya reaktif. Sehingga petugas medis berrencana akan memberikan edukasi sekaligus pilihan untuk menjalani isolasi di rumah sakit atau di rumah, sembari menunggu hasil swab.

"Tapi belum sempat diisolasi dan diedukasi, pasien tersebut kabur dari rumah sakit," ujar Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Cianjur Yusman Faisal seperti dilansir Sukabumiupdate.com-jaringan Suara.com pada Jumat (29/5/2020).

AYO BACA : Keluar Masuk Jakarta Tanpa SIKM, 4 Tukang Nasi Goreng Asal Tegal Diisolasi di Lenteng Agung

Saat mengetahui informasi ada pasien yang kabur usai menjalani rapid test, tim gugus tugas kemudian menelusuri alamat pasien di Kecamatan Bojongpicung.

Dengan didampingi kepala desa dan tokoh masyarakat, petugas akhirnya berhasil membujuk pasien tersebut agar kembali ke rumah sakit untuk menjalani perawatan dan diambil sampel swab-nya.

Yang bersangkutan akhirnya harus menjalani isolasi di rumah sakit atau wisma khusus yang disiapkan Pemkab Cianjur. Langkah tersebut diambil, karena pasien sudah berusaha kabur.

"Padahal awalnya mau diberi pilihan, isolasi mandiri di rumah atau di rumah sakit. Tapi berkaca dari kejadian tersebut pilihannya mau di rumah sakit atau di wisma khusus di Cipanas sambil menunggu hasil swab," tuturnya.

Yusman menambahkan, pihaknya juga melakukan penelusuran terhadap warga atau keluarga yang berkontak dengan YA.

"Meski baru rapid, tetapi dengan kejadian tersebut kami akan telusuri siapa saja yang berkontak dan dicek kesehatannya," katanya.

AYO BACA : Kapolres Cianjur Minta 34 Ribu Pemudik Tidak Kembali ke Jakarta

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar