Yamaha

PSBB Proporsional Hari Pertama, Masjid Pusat Kota Bandung Mulai Dibuka

  Sabtu, 30 Mei 2020   Budi Cahyono
Masjid Istiqamah, Jalan Taman Citarum. (Ayobandung.com/Nur Khansa)

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional mulai berlaku di Kota Bandung, Sabtu (30/5/2020). PSBB yang berlaku hingga 12 Juni ini memiliki sejumlah kelonggaran aturan dibanding PSBB sebelumnya.

Salah satunya adalah memperkenankan rumah-rumah ibadah untuk kembali beroperasi secara terbatas. Masjid, gereja, dan rumah ibadah lainnya boleh dibuka dengan hanya mempergunakan maksimal 30% dari kapasitasnya.

Berdasarkan pantauan Ayobandung.com, sejak Sabtu siang ini, sejumlah masjid di pusat Kota Bandung mulai beroperasi. Seperti yang terlihat di Masjid Istiqamah, Jalan Taman Citarum.

Meskipun belum seramai biasanya, beberapa jemaah mulai mendatangi masjid yang terletak tak jauh dari gedung pusat pemerintahan Jawa Barat tersebut. Saat azan ashar berkumandang, para jamaah yang didominasi pria memasuki area masjid dengan mengenakan masker.

Salat dilaksanakan berjemaah, dengan jamaah tak lebih dari 30-an orang. Di area wanita, hanya terdapat 3 jamaah yang salat. Karpet masjid tidak digelar, sehingga sebagian orang membawa sajadah masing-masing.

Staf DKM Masjid Istiqamah, Gia Ramdan mengatakan, hari ini adalah hari kedua masjid tersebut beroperasi. Pada Jumat kemarin, salat Jumat telah digelar.

"Kamis kemarin ada pihak kepolisian datang ke sini, kasih kabar bahwa masjid boleh buka lagi. Kalau enggak ada pemberitahuan itu sih mungkin kita akan tutup terus," ungkapnya pada Ayobandung.com.

Dia mengatakan, saat menggelar Jumatan, para jamaah melewati protokol kesehatan di antaranya adalah pemeriksaan masker, pengecekan suhu, dan cuci tangan. Azan pun kembali dikumandangkan ke luar setelah sebelumnya hanya dikumandangkan di dalam area masjid.

"Kita juga memberikan masker bila ada jamaah yang tidak bawa. Karpet masjid, sarung dan mukena tidak disediakan demi keamanan. Area tempat cuci tangan dengan sabun diperbanyak. Bagi yang akan salat di sini harus dipastikan berada dalam kondisi sehat," ungkapnya.

Meski demikian, Gia mengatakan sejauh ini pihaknya belum merumuskan lebih lanjut mengenai SOP pembatasan kapasitas sebanyak 30%. Hal tersebut masih dibahas dan akan diberitahukan seiring dengan pengumuman resmi dibukanya masjid.

"Sejauh ini belum secara resmi diumumkan masjid dibuka, baru dari mulut ke mulut. Hanya ada Jumatan dan salat fardu saja, kajian dan acara yang mengundang orang banyak belum ada. SOP masih disusun dan mungkin baru akan efektif pada 1 Juni," jelasnya.

Masjid yang juga terpantau mulai dioperasikan adalah Masjid Al-Ukhuwah, Jalan Wastukencana. Pintu masjid telah dibuka dan terlihat tiga orang tengah beribadah di area pria.

Namun, gerbang depan masjid masih ditutup. Jemaah masuk melalui pintu samping yang mengarah pada parkir basement.

Berdasarkan pantauan, sebagian lantai masjid telah diberi penanda untuk membatasi shaf agar tetap berjarak satu sama lain. Meski telah beroperasi, masjid yang kerap menggelar berbagai acara kajian tersebut terpantau masih sepi.

Berbeda dengan Masjid Pusat Dakwah Islam atau Pusdai, Jalan Diponegoro. Seluruh akses masuk masjid tersebut terpantau masih ditutup, kecuali dari Taman Pusdai.

Sejumlah orang nampak memanfaatkan kursi di area taman untuk beristirahat. Namun, belum nampak adanya aktivitas keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat umum di area masjid tersebut. (Nur Khansa)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar