Yamaha

Kisah Alfath Faathier Mengejar Impian Jadi Pesepakbola: Hampir Menyerah

  Senin, 01 Juni 2020   Hendy Dinata
Pemain bertahan Persija Jakarta Alfath Faathier (Persija.id)

RAWAMANGUN, AYOJAKARTA.COM -- Pemain bertahan Persija Jakarta Alfath Faathier berkisah perjalanan karirnya sebagai pesepakbola profesional.

Ia memang bercita-cita menjadi pemain sepakbola. Alfath ingin membanggakan orang tua dan neneknya dengan tampil di televisi. Namun untuk meraih impiannya itu tidaklah mudah dan penuh lika-liku. 

Alfath sempat menjalani latihan di Sekolah Sepak Bola (SSB) hingga usia 10 tahun berhenti karena tidak ada biaya. Ketika menginjak bangku SMP, ia mendapat beasiswa melalui olahraga sepak takraw. 

“Saat SMP saya mendapat beasiswa 900 ribu rupiah karena berhasil membawa sekolah saya juara sepak takraw. Waktu itu orang tua bertanya uang ini untuk apa, saya jawab untuk kembali masuk SSB,” ulasnya, Senin (1/6/2020).

Perjalanan Alfath untuk mengejar impiannya pun berlanjut. Ia juga sempat menggeluti dunia futsal saat kompetisi Indonesia diberhentikan sementara pada 2015 lalu.

Kemudian situasi kembali sulit. Nyaris lima bulan lamanya Alfath tidak mendapat panggilan dari klub profesional. Ia hampir menyerah. 

Alhamdulillah ada yang menghubungi dari Persiba Balikpapan untuk bergabung dan bertemu dengan kawan lama saya, Heri Susanto. Waktu itu di sana empat hari hujan di Balikpapan. Saya manfaatkan untuk mengembalikan fisik saya dengan berlatih futsal dan dilihat oleh pelatih,” ujarnya.

Pertandingan perdana dia ketika melawan Persija. Kala itu Persiba kalah 2-0. 

“Walau kalah saya sangat bangga dapat bertemu pemain Persija yang selama ini hanya saya saksikan di televisi. Tiga tahun kemudian saya menjadi bagian Persija dan satu tim dengan pemain-pemain bintang tersebut. Tentunya sangat bangga,” tuturnya.

Saat ini Alfath merupakan salah satu bek sayap disegani di Indonesia. Ia menjadi bagian Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2018 lalu dengan mencetak satu gol kala melawan Timor Leste. Kemampuan bermain di dua sisi sayap menjadi kelebihan pemain kelahiran 6 Oktober 1995 itu.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar