Yamaha

Hasil Autopsi Independen Mengungkap Penyebab Kematian George Floyd

  Selasa, 02 Juni 2020   Budi Cahyono
George Floyd (dok)

WASHINGTON, AYOJAKARTA.COM -- Hasil autopsi independen mengungkapkan penyebab kematian George Floyd karena sesak napas.  

Autopsi independen dilakukan dua dokter pada Senin. Pria kulit hitam tersebut meregang nyawa dalam penahanan polisi Minneapolis pekan lalu. Kematian itu menuai banyak protes dan melebar ke seluruh Amerika Serikat.

Dokter juga menyebutkan Floyd tidak memiliki kondisi medis mendasar yang berkontribusi dalam kematiannya. Hal itu bertentangan dengan temuan awal autopsi resmi oleh Hennepin County Medical Examiner, yang menyebutkan tidak ada bukti pencekikan traumatis dan menurutnya, penyakit arteri koroner dan darah tinggi sepertinya berkontribusi pada kematian Floyd. Laporan autopsi penuh dari daerah setempat belum dirilis.

AYO BACA : Amerika Lakukan Investigasi untuk Kematian George Floyd

“Bukti tersebut konsisten dengan asfiksia mekanikal sebagai penyebab kematian dan pembunuhan sebagai cara kematian,” kata Dr Allecia Wilson, salah satu dari dua dokter yang melakukan autopsi independen, yang sekaligus direktur dinas forensik dan autopsi di Universitas Michigan sebagaimana dikutip Reuters.

Dr Michael Baden, yang juga terlibat dalam autopsi atas perintah keluarga Flyod, menyebutkan dirinya sepakat dengan temuan Wilson dan bahwa kematian itu merupakan pembunuhan.

Baden menambahkan, autopsi menunjukkan bahwa Floyd tidak memiliki masalah kesehatan mendasar yang menyebabkan atau berkontribusi atas kematiaannya.

AYO BACA : Wali Kota Minneapolis Kecam Tindakan Polisi yang Cekik George Floyd

Baden pernah terlibat dalam penyelidikan sejumlah kasus besar, termasuk kematian pada 2014 Eric Garner, pria kulit hitam yang tewas setelah dicekik oleh polisi di Kota New York.

Bukan hanya lutut ke leher Floyd yang menyebabkannya tewas, kata Baden, tetapi juga tekanan ke punggung Floyd yang dilakukan dua petugas lainnya, yang menghentikan aliran oksigen ke paru-paru Floyd.

Pengacara Ben Crump, yang mewakili keluarga Floyd, mengatakan keluarga ingin tuntutan pembunuhan tingkat pertama diajukan kepada semua empat polisi yang berada di TKP.

Keluarga juga ingin protes kekerasan yang marak di Amerika Serikat disudahi. “George tewas karena ia butuh bernapas, menghirup udara,” kata Crump.

“Saya meminta kalian semua bergabung dengan keluarganya untuk mengambil napas, mengambil napas untuk keadilan, mengambil napas untuk perdamaian, mengambil napas untuk negara kita dan yang lebih penting mengambil napas untuk George,” sambungnya. 

AYO BACA : Bak Diktator, Trump Ancam Terjunkan Militer untuk Hentikan Demonstrasi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar