Yamaha

Sekeluarga di Tambora Jenuh Diisolasi Milih Ngecat Musala

  Selasa, 02 Juni 2020   Editor
Musala Baitus Salam di Tambora yang digunakan untuk isolasi mandiri 14 orang anggota keluarga. (Suara.com/Arga).

TAMBORA, AYOJAKARTA.COM -- Menjenuhkan sekali ketika harus diisolasi berminggu-minggu. Apalagi nihil kegiatan. 

Hal ini yang dirasakan 14 orang di Musala Baitus Salam, Gang Songsi RT 05/RW 06, Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan Tambora Jakarta Barat.

Mereka menjalani isolasi mandiri lantaran ada salah satu orang yang dinyatakan positif dan saat ini berada di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Satu keluarga itu menjalani isolasi mandiri sejak Sabtu (24/5/2020) lalu.

Artinya, 14 orang tersebut telah memasuki hari ke-9 masa karantina di Musala Baitus Salam, tepatnya di lantai dua dan tiga.

Pengurus musala sekaligus Ketua RT setempat, Muhammad Zuhri (60) mengatakan, orang-orang yang menjalani isoalasi mandiri minta diberikan kegiatan untuk mengisi waktu luang.

"Karena mereka menuntut kami untuk dicarikan kesibukan atau kegiatan, mereka bilang "tolong berikan kegiatan". Akhirnya saya beli cat karena kebetulan ada renovasi pengecatan musala," ujar Zuhri di lokasi, Selasa (2/6/2020).

Zuhri menuturkan, renovasi musala sempat terhenti lantaran bertepatan hari raya Idul Fitri 1441 H. Selain itu, kuli yang diperkerjakan libur. 

"Jadi mereka punya kegiatan karena mereka yang minta. Kebetulan di atas memang mau direnovasi, karena terputus hari raya Idul Fitri disetop dulu yang kerja (kulinya). Jadi mereka yang lanjutkan dengan kegiatan yang ringan-ringan saja," jelas Zuhri.

Meski demikian, lanjut Zuhri, pihak pengurus Musala Baitus Salam tidak membebankan satu keluarga itu untuk bekerja. Kegitan yang mereka lakukan murni dari inisiatif pribadi.

"Karena mereka yang minta. Mungkin mereka bosan karena cuma tidur, makan, gitu-gitu saja. Jenuh lah mereka," tambahnya.

Spanduk dukungan dari warga sekitar masih membentang di pagar musala.

Spanduk tersebut bertuliskan: "Kami Warga Gang Songsi RW. 06 Mendukung Kalian." Pada spanduk itu juga terlihat banyak tanda tangan warga sebagai bukti dukungan terhadap keluarga tersebut.

Memasuki pukul 12.30 WIB siang, datang bantuan berupa makanan siapa saji yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Paket makanan siap saji tersebut diantar oleh sesorang berpakaian pekerja Penanganan Prasaran dan Sarana Umum (PPSU) berwarna orange.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar