Yamaha

Penuh Emosional, Istri dan Putri George Floyd Tuntut Keadilan

  Rabu, 03 Juni 2020   Khoirur Rozi
Roxie Washington bersama putri George Floyd, Gianna (Associated Press)

MINNEAPOLIS, AYOJAKARTA.COM -- Roxie Washington, ibu dari Gianna, putri George Floyd, menuntut keadilan atas kematian ayah dari putri mereka. Floyd tewas di tangan petugas kepolisian Minneapolis pada 25 Mei lalu.

Di hadapan awak media, Roxie meminta keempat perwira polisi yang terlibat dalam kematian Floyd bertanggung jawab atas perbuatannya. Roxie juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan polisi terhadap sang suami sebagai perilaku tak pantas.

"Pada akhirnya, mereka (pelaku) pulang dan bersama keluarga mereka. Sementara Gianna tidak punya ayah. Dia tidak akan pernah melihatnya tumbuh dewasa. Dia tidak akan pernah mengantarnya ke lorong sekolah hingga lulus," kata Roxie penuh emosional seperti dilansir dari Aljazeera, Rabu (3/6/2020).

Roxie mengungkapkan bahwa dirinya akan terus berjuang menuntut keadilan untuk Floyd. Hal ini dilakukan demi putrinya yang masih berusia enam tahun. Di mata Roxie, Floyd adalah sosok ayah sekaligus suami yang baik dan bertanggung jawab terhadap keluarga.

"Aku di sini untuk anakku. Aku di sini untuk George karena aku menginginkan keadilan baginya, dan aku menginginkan keadilan baginya karena dia baik. Tidak peduli apa pun yang dipikirkan orang, dia baik," ucapnya. 

Kejadian nahas 25 Mei 2020 lalu menimpa George Floyd, seorang pria kulit hitam berusia 46 tahun. Dia dibekuk kepolisian Minneapolis atas tudingan membeli rokok dengan uang kertas 20 dolar AS palsu. 

Saat penangkapan, Floyd dijepit oleh tiga petugas polisi dengan lututnya. Dalam rekaman video yang beredar, Floyd tampak tak bisa bernapas. Dia pun meminta polisi untuk tidak menjepitnya. Namun hal itu tidak digubris para petugas polisi sampai Floyd kehabisan napas hingga meninggal dunia di atas trotoar.

Kematian Floyd memicu protes keras oleh publik negeri Paman Sam itu. Pasca kematian Floyd, demonstrasi besar-besaran hingga kericuhan terjadi di sejumlah negara bagian AS. Para demonstran mengecam kematian pria kulit hitam itu dan menuntut pelaku dipenjara. Hingga kini situasi mencekam masih terjadi di AS.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar