Yamaha

Masa Pandemi, KDRT di Semarang Capai 45 Kasus

  Rabu, 03 Juni 2020   Editor
Ilustrasi korban KDRT

SEMARANG TENGAH, AYOJAKARTA.COM -- Angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di wilayah perkotaan, masih terjadi. Terlebih saat ini, dalam kondisi pandemi membuat banyak masyarakat menghabiskan waktu di rumah. 

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang mencatat, 45 kasus KDRT selama lima bulan belakangan 

"Untuk KDRT memang dari Januari hingga Juni ini ada sebanyak 45 kasus, tapi angka tersebut cenderung menurun dari periode yang sama di tahun 2019 yang mencapai 71 kasus," ujar Kabid Data dan Informasi DP3A Kota Semarang Masruchan.

Masruchan mengatakan, perempuan sangat rawan menjadi korban KDRT. Berdasarkan data DP3A Kota Semarang selama periode di atas, korban KDRT paling banyak dialami oleh perempuan dewasa dengan total jumlah 30 korban.

"Untuk korban KDRT dari laki-laki dewasa cenderung belum ada di periode tersebut. Kalau korban KDRT dari anak-anak mencapai 16 korban," imbuhnya.

Menurut dia, faktor ekonomi yang paling dominan mempengaruhi terjadinya KDRT. Disusul faktor lain seperti tingkat pendidikan dan lingkungan sosial.

"Sementara tingkat pendidikan dari anggota keluarga yang tinggi cenderung memahami peran dan fungsi masing- masing sehingga kekerasan dapat diminalisir. Dan lingkungan fisik yang sehat,  teduh dan lingkungan sosial yang taat norma dan hukum cenderung terhindar dari kekerasan," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar